Koster Tambah Anggaran PKB-FSBJ 2026 dan Gulirkan Lomba Sastra

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster memberikan penghargaan kepada pelaku seni dan budaya Bali, saat penutupan FSBJ VII tahun 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin, 29 Juli 2025. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga dan memajukan budaya Bali semakin ditegaskan saat menutup Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VII di Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (29/7/2025).

Tak hanya merencanakan peningkatan anggaran untuk dua event seni besar, yakni Pesta Kesenian Bali (PKB) dan FSBJ, Gubernur juga menggagas program regenerasi melalui lomba karya sastra.

Tahun depan, PKB yang selama ini mendapat Rp10 miliar akan ditingkatkan menjadi Rp12 miliar. Begitu pula FSBJ yang awalnya hanya Rp2,8 miliar, akan dinaikkan hingga Rp6 miliar.

“Pariwisata berkembang karena seni dan budaya, sehingga mampu memberi kontribusi besar bagi perekonomian Daerah Bali, mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” tegas Koster dalam sambutannya.

Berita Terkait:  Kemenpar Siap Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pariwisata dan Pengelolaan Sampah di Nusa Penida

Menurutnya, tak ada pilihan lain selain terus memperjuangkan kebudayaan Bali. Ia pun mengutip Bung Karno yang menyebut kebudayaan adalah jiwa bangsa yang tak akan pernah mati.

Melihat dedikasi tiga sastrawan sepuh yang menerima penghargaan Bali Jani Nugraha, Koster pun terinspirasi untuk menciptakan regenerasi di dunia sastra Bali. Ia merencanakan digelarnya lomba menulis karya sastra bagi siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa.

“Tahun depan akan diadakan lomba menulis karya sastra. Nanti kita bahas lebih lanjut, apakah dilaksanakan di ajang FSBJ atau dibuatkan forum tersendiri,” ungkapnya.

Persiapkan Generasi Muda

Ia pun mengajak generasi muda mempersiapkan diri sedari kini, karena akan ada hadiah menggiurkan menanti.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

“Ayo persiapkan diri mulai sekarang agar karya kalian bisa dilombakan tahun depan,” ujar Koster.

Lebih lanjut, Gubernur Koster juga menjelaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam melestarikan budaya. Ia membagi peran individu dalam empat kelas: pencipta seni, pelaku seni, pendukung seperti pemerintah, dan penonton yang memberi apresiasi.

“Kalau tidak mampu menghasilkan karya atau menjadi pelaku seni, paling tidak kita memberi apresiasi dengan menjadi penonton,” tambahnya.

Penutupan FSBJ VII turut dimeriahkan penampilan Sanggar Bala Bali yang membawakan tarian modern berjudul Poleng. Penampilan ini mengesankan Koster dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.

“Luar biasa, saya tumben menyaksikan karya yang begitu unik. Bapak Pangdam juga kagum dan beliau mengatakan bahwa ini tak kalah dengan karya seni yang biasa tampil di Prancis,” puji Koster.

Berita Terkait:  Pemkab Klungkung Gandeng Korea Selatan Wujudkan Transisi Energi dan Nusa Penida Green Island 2030

Acara ditutup secara simbolis lewat pemukulan drum oleh Gubernur Koster, Pangdam IX/Udayana, Wakil Ketua II DPRD Bali, dan Kepala Dinas Kebudayaan.

Tema FSBJ VIII tahun 2026 pun resmi diumumkan: “Kembara Sukma Atma Kerthi, Pengembaraan Menuju Jiwa Maha Suci.”

Malam penutupan semakin meriah dengan penampilan artis-artis lokal Bali seperti Lolot Band, Widi Widiana, Joni Agung, dan lainnya. (red)

Berita Terkini