Ground Breaking SPPG di Denpasar, TNI AU Fokus Tingkatkan Ketahanan Gizi Pelajar

Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung, M.P.M.D.S., (kanan) dan Anggota DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (kiri). (balihotnews/rahma)
Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung, M.P.M.D.S., (kanan) dan Anggota DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa (kiri). (balihotnews/rahma)

Balihotnews.com | DENPASAR – Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung, M.P.M.D.S., memimpin peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Rabu (24/9/2025).

Fasilitas ini ditargetkan menjadi dapur bergizi modern yang dapat menunjang pemenuhan gizi ribuan pelajar di Bali.

Acara ground breaking ini dihadiri Anggota Komite I DPD RI Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), Waaster Kas Koopsudnas Kolonel Sus Kodrat Maliki, pimpinan BUMN, pejabat Lanud, unsur Forkopimda, serta tokoh adat, agama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kolonel Frando menegaskan pembangunan SPPG adalah wujud nyata dukungan TNI Angkatan Udara terhadap program pemerintah mempercepat pelayanan gizi.

Luas bangunan dapur gizi mencapai 17 x 20 meter dan ditargetkan selesai dalam 40–45 hari. Fasilitas ini akan melayani sekitar 4.000 siswa dari sembilan sekolah di radius 4 km dari lokasi dapur.

“Harapannya akhir Oktober selesai dan awal November sudah beroperasi. Penerima manfaat sendiri, kami sudah survei kemarin ada 8 sekolah, 3.972 siswa. Namun karena keterbatasan kuota, satu SPPG hanya bisa untuk 4.000, sehingga memang ada yang belum terdukung. Nanti kami akan berupaya memberikan tambahan dapur di lokasi berikutnya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

Bahan Pangan dari Produk Lokal

Komandan Lanud juga menyebutkan, bahan pangan yang digunakan nantinya diupayakan berasal dari hasil produksi lokal.

Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung saat melakukan peletakkan batu pertama di pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Rabu (24/9/2025). (balihotnews/rahma)
Kolonel Pnb Frando L.H. Marpaung saat melakukan peletakkan batu pertama di pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Rabu (24/9/2025). (balihotnews/rahma)

“Kami memiliki bahan baku untuk penyediaan gizi hasil dari produksi lahan petani setempat. Baik itu sayuran, hasil peternakan, nanti bisa dijual kepada pihak SPPG menjadi bahan baku untuk penyediaan gizi gratis bagi anak sekolah,” jelas dia.

Selain anak-anak sekolah, fasilitas ini juga ditargetkan memberi manfaat bagi guru. “Harapannya ke depan tidak hanya anak sekolah, tapi juga guru-gurunya, sehingga satu lingkungan sekolah itu semuanya bisa mendapatkan gizi yang seimbang dan baik,” tambah Kolonel Frando.

Menanggapi isu kualitas makanan yang sempat mencuat di Bali, ia menekankan pentingnya pengawasan gizi.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

“Yang jelas kami akan selalu memperhatikan mutu kualitas dari bahan yang disajikan. Prinsipnya adalah membuat makanan yang bergizi, bukan hanya enak. Karena beda antara yang bergizi dan enak. Yang jelas standar mutunya harus diperhatikan sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin ada bahan makanan yang terkontaminasi,” tegas dia.

Ia menambahkan, setiap dapur gizi nantinya akan memiliki ahli gizi yang mengawasi proses produksi makanan.

Anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau yang kerap disapa AWK, hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas sinergi antara TNI AU dan masyarakat.

“Ini merupakan sinergi yang baik. Kami sebagai wakil rakyat di DPD RI memonitor, mengevaluasi, dan mengawasi. Ini bentuk yang sangat baik, menunggalnya TNI sama rakyat, tidak saja hanya perumahan prajurit, tetapi juga ada dapur untuk makanan bergizi,” ujarnya.

Berita Terkait:  Pertamina Janji Sehari Tak Kelar, Koster Datangi Direktur Pertamina di Sanggaran

Menurutnya, keterlibatan TNI AU penting untuk memastikan standar tinggi dalam penyediaan makanan.

“Di Bali ada kasus-kasus kualitas makanan. Tentu kalau sudah digawangi TNI, ini harus menjadi patokan. Saya juga mendapat masukan bahwa Bali masih kekurangan 50 dapur. Jadi targetnya harus lengkap 100 ke depan. TNI AU pasti kita prioritaskan untuk bekerja sama,” tambah AWK.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan.

“Kami akan melaksanakan tugas kami sebagai pengawas undang-undang. Nantinya dinas pendidikan dan kami di Senayan akan memastikan apakah dana masyarakat ini sudah terserap dengan baik. Jangan sampai ada kasus seperti temuan di dapur Buleleng kemarin,” tegasnya.

Kolonel Frando menutup dengan harapan bahwa SPPG mampu berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia.

“Harapannya kita bisa mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi emas, generasi yang bergizi, yang mempunyai kecerdasan cukup sejak dini, dengan memberikan makanan yang bagus, berkualitas, dan program ini bisa berkelanjutan,” pungkasnya. (rhm)

Berita Terkini