Balihotnews.com | DENPASAR – Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Bali menjalin kolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison untuk mempercepat digitalisasi UMKM, khususnya di tiga sektor, yaitu kuliner, ekraf (ekonomi kreatif) dan kerajinan (tenun). Kolaborasi ini ditandai dengan pemaparan program IM3 Kawanusa di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Denpasar, pada Senin (15/12/2025).
Mengangkat tema ‘Digital Green Empowerment untuk UMKM Indonesia’, kegiatan ini bertujuan untuk memberi kemudahan akses internet dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyebut kerja sama dengan provider telekomunikasi bukan hal baru. Namun, kolaborasi tahun ini dinilai lebih terarah pada penguatan program yang menyasar kebutuhan riil UMKM.
“Kalau dengan provider, dulu sudah pernah sih, beberapa tahun yang lalu. Tahun ini, saya, ini yang pertama kali cerita tentang program yang diperoleh saya. Dengan program saya, kita seringkali kolaborasi, tapi kita memang berubah diri, kita kolaborasi dengan untuk kebaikan dan kemajuan untuk UMKM atau perusahaan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Menurut Tri Arya, program IM3 Kawanusa menjadi jawaban salah satu persoalan utama UMKM Bali, yakni keterbatasan akses pemasaran. Dengan dukungan jaringan internet yang kuat, UMKM diharapkan mampu berinteraksi lebih luas dan memasarkan produknya secara optimal.

“Jadi kita harapkan dengan adanya jaringan internet yang kuat, jadi bagaimana caranya mereka berinteraksi dengan pihak-pihak yang mereka harapkan mendukung mereka, bagaimana cara memasarkan produk mereka akan lebih optimal lagi dengan adanya kerja sama dengan IM3,” katanya.
Ada 448 Ribu UMKM di Bali
Saat ini, dari sekitar 448.434 UMKM di Bali, tingkat digitalisasi masih berada di kisaran 30 persen. Meski demikian, angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kalau digitalisasi memang kalau secara persentase belum begitu banyak dari sekitar 448 ribuan UMKM kita, yang baru kita masuk e-katalog ataupun aplikasi-aplikasi yang lain itu baru sekitar 30 persenan tapi ini sudah dari tahun ke tahun kita selalu meningkat,” jelasnya.
Terkait target, Diskop UKM Bali tidak memasang angka spesifik. Fokus utama pemerintah daerah adalah mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kelengkapan dokumen digital.
“Kita tidak membicarakan angka tapi kita harapkan setiap pergerakan ataupun kolaborasi kita dengan pilihan yang lain pasti akan menambah jumlah UMKM yang naik kelas,” tegas Arya.
Ia juga mengakui tantangan di lapangan masih cukup besar, mengingat mayoritas UMKM Bali berskala rumah tangga dan belum formal. Proses perizinan hingga kekhawatiran soal pajak kerap menjadi hambatan utama menuju digitalisasi.
“Tapi sebenarnya ini hanya memerlukan sosialisasi untuk kesadaran mereka saja bahwa pajak itu kembali bermanfaat bagi mereka,” tambah dia.
Indosat Cover 97% Lebih Populasi Bali
Sementara itu, SVP Head of Region Bali Nusra Indosat Ooredoo Hutchison, Julandi George Fransiskus, menegaskan komitmen Indosat untuk bergandengan dengan pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM melalui penyediaan layanan internet yang terjangkau.
“Kami ingin bergandengan dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan atau memberdayakan UMKM di sini,” kata Julandi.
Indosat, lanjutnya, telah mengcover lebih dari 97 persen populasi Bali dan menyiapkan produk yang ramah bagi pelaku UMKM, mulai dari paket data terjangkau hingga program pelatihan gratis.
“Kami punya produk-produk yang mungkin affordable untuk mereka supaya bisa lebih mengembangkan usaha, seperti yang perdana 3 giga harga 30 ribu, kemudian kalau dia isi ulang lagi 3 giga 30 hari itu hanya 20 ribu, lebih murah lagi,” jelasnya.
Tak hanya itu, Indosat juga menyiapkan program pelatihan dan inkubasi gratis yang akan dibuka pada Januari hingga Maret tahun depan, dengan frekuensi hingga tiga kali setahun dan disertai sertifikat.
“Kami berharap ini adalah bagian kecil yang kami bisa kontribusi untuk pemerintah Bali khususnya dan semua untuk Bali dan Nusantara,” ujarnya.
Ke depan, Indosat juga berencana memperkuat jaringan 5G di Bali untuk mendukung aktivitas UMKM yang semakin digital.
“Di Bali sudah 97 persen lebih coveragenya. Dan tahun depan kami akan perkuat lagi dengan 5G, agar lebih mantap,” pungkas Julandi. (rhm)






