Evakuasi Dramatis, Jenazah Pendaki Ditemukan di Jurang 90 Meter Gunung Batukaru

Foto: Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang ditemukan di jurang kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu, 10 Mei 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | TABANAN – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang ditemukan di jurang kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu, 10 Mei 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menyatakan proses evakuasi berlangsung dramatis, karena korban berada di kedalaman sekitar 90 meter dengan medan terjal dan licin.

“Jenazah ditemukan pada Sabtu sore, 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.20 Wita di kawasan ketinggian kurang lebih 1.700 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Saat ditemukan, muncul dugaan bahwa jenazah tersebut adalah Made Dibya (84), pendaki lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Batukaru,” kata Nyoman Sidakarya.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar atau Basarnas Bali telah menghentikan pencarian korban setelah operasi SAR berlangsung selama tujuh hari, tepatnya Sabtu, 2 Mei 2026.

Berita Terkait:  Penumpang KMP Cemerlang 55 Jatuh di Perairan Pelabuhan Gilimanuk 

Menurutnya, setelah adanya informasi terkait penemuan jenazah yang diduga korban hilang, operasi SAR kembali dibuka. Basarnas Bali langsung melakukan koordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali dan pemandu lokal Gunung Batukaru.

Sebanyak lima personel Basarnas Bali diberangkatkan dari Jimbara, Kuta Selatan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru pada pukul 16.40 Wita. Namun karena kondisi malam dan minim pencahayaan, proses evakuasi baru dilakukan keesokan harinya.

Tim SAR mulai bergerak pada Minggu pagi pukul 08.00 Wita dari titik ketinggian 1.197 Mdpl menuju lokasi penemuan korban. Setelah melewati jalur berat dan ekstrem, tim akhirnya berhasil mencapai titik korban pada pukul 10.20 Wita.

“Korban ditemukan pada koordinat 8°20’46.67″S – 115°5’6.32″E di ketinggian 1.808 Mdpl, tepatnya di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 90 meter. Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Medan licin, bebatuan labil, kabut tebal, serta jarak pandang terbatas menjadi tantangan utama tim SAR. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh turut menyulitkan proses pengangkatan,” terangnya.

Berita Terkait:  SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Drone di Nuanu Creative City dan Café del Mar Bali, Uji Inovasi di Ekosistem Nyata

Pada pukul 11.45 Wita, korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang. Selanjutnya jenazah ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih.

Seluruh proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.40 Wita. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Sabhara Polda Bali, Ditsamapta Sabhara Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud Polres Tabanan, Babinsa Desa Jegu, BPBD Kabupaten Tabanan, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, komunitas pendaki gunung, ORARI Bali, IOF Bali, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (red).

Berita Terkait:  Raja dan Sultan dari Berbagai Wilayah Indonesia Berkumpul di Nuanu Creative City Usai Lawatan Kerajaan di Bali

 

Berita Terkini