Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif, Pasar Modal Catat Rekor Tertinggi di Agustus 2025

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (27/8/2025). (balihotnews/ojk)
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (27/8/2025). (balihotnews/ojk)

Balihotnews.com | JAKARTA – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diadakan pada Rabu (27/8/2025) menyimpulkan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terpelihara dengan baik, meskipun menghadapi berbagai dinamika global dan domestik.

Hal ini sejalan dengan kondisi perekonomian domestik yang menunjukkan pertumbuhan solid.

Di tingkat global, OJK mencatat adanya perbaikan. International Monetary Fund (IMF) merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 dan 2026, yang didukung oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan fiskal yang akomodatif dan perbaikan likuiditas global.

Sejalan dengan ini, World Trade Organization (WTO) juga memperkirakan pertumbuhan perdagangan global akan meningkat pada tahun 2025.

Perkembangan positif ini meningkatkan harapan akan pelonggaran kebijakan moneter global, yang pada gilirannya akan mendukung penguatan pasar keuangan global dan aliran dana masuk ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berita Terkait:  Simak Cara Promosi Penjualan Makanan yang Efektif dan Pasti Laku, Strategi Tepat Sasaran!

Kinerja Pasar Modal dan Sektor Perbankan yang Menguat

Pasar modal Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat positif. Pada Agustus 2025, IHSG mencetak rekor tertinggi, bahkan sempat menyentuh level 8.022,76 pada 28 Agustus.

Kinerja positif ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan ekspektasi penguatan pasar keuangan global. Nilai kapitalisasi pasar juga mencapai rekor tertinggi baru, yaitu Rp14.377 triliun.

Animo investor asing terhadap pasar saham juga membaik. Setelah mencatatkan net sell selama dua bulan sebelumnya, pasar saham domestik mencatat arus masuk dana (inflow) sebesar Rp10,96 triliun pada Agustus 2025.

Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan global yang terus berlanjut terhadap prospek ekonomi Indonesia. Di pasar obligasi, investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp18,14 triliun pada bulan yang sama.

Berita Terkait:  Fuso Mosaic Event 2026 di Lovina Manjakan Konsumen Setia Mitsubishi Fuso

Sementara itu, sektor perbankan juga menunjukkan ketahanan yang kuat. Intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga.

Per Juli 2025, kredit tumbuh sebesar 7,03% secara tahunan (yoy) menjadi Rp8.043,2 triliun, dengan Kredit Investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan tertinggi sebesar 12,42%.

Kualitas kredit tetap terkendali, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga. Ketahanan perbankan juga didukung oleh permodalan yang tinggi, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio – CAR) berada di level 25,88%.

Langkah OJK Menjaga Stabilitas dan Perlindungan Konsumen

Dalam upayanya menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK telah mengambil berbagai langkah strategis. OJK terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan industri jasa keuangan untuk memastikan layanan tetap optimal.

Dalam kasus-kasus pelanggaran, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif, termasuk denda, kepada berbagai pihak di pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon.

Berita Terkait:  Didukung Peningkatan Investasi dan Perdagangan terkait Pengembangan AI, Pertumbuhan ekonomi global di 2026 Diperkirakan lebih Rendah dari 2025

Di bidang perlindungan konsumen dan pemberantasan aktivitas ilegal, OJK terus berupaya aktif. Sejak Januari hingga 15 Agustus 2025, Layanan Konsumen OJK telah menerima lebih dari 318 ribu permintaan layanan, dengan 31.456 di antaranya berupa pengaduan.

Sebagian besar pengaduan berasal dari sektor perbankan, fintech, dan perusahaan pembiayaan.

Dalam upaya memberantas aktivitas keuangan ilegal, OJK bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan 1.556 entitas pinjaman online ilegal dan 284 penawaran investasi ilegal.

Selain itu, sejak diluncurkan pada November 2024, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 238.552 laporan, berhasil memblokir 76.541 rekening yang terindikasi penipuan.

Upaya ini menunjukkan komitmen OJK dalam melindungi masyarakat dari potensi kerugian finansial. (dir)

Berita Terkini