Balihotnews.com | DENPASAR – Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II-2025 tercatat sebesar 5,95 persen (year-on-year), menempatkan Provinsi Bali di peringkat keempat nasional dan melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2020, sekaligus melampaui pertumbuhan Triwulan I-2025 sebesar 5,59 persen serta periode sama tahun lalu yang hanya 5,36 persen.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu menyatakan pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh pariwisata, konsumsi masyarakat, ekspansi produksi, investasi dan surplus perdagangan luar negeri.
“Pertumbuhan ekonomi Bali didorong pariwisata, konsumsi, produksi, dan investasi yang terus meningkat,” kata Kristrianti dalam kegiatan “Ngorte” Ngobrol Bersama Update Berita bersama media di Kantor OJK Bali, Denpasar, Kamis, 18 September 2025.
Menurutnya, aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat terus tumbuh, yang ditunjukkan dengan kenaikan kunjungan wisatawan domestik 16,74 persen dan mancanegara 18,85 persen (yoy).
Selain itu, produksi juga tetap ekspansif, dengan peningkatan investasi, penggunaan listrik, dan surplus perdagangan luar negeri.
“Momentum Galungan, Kuningan, Pesta Kesenian Bali ke-47, dan libur sekolah turut mendongkrak mobilitas serta konsumsi masyarakat,” paparnya.
Pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,95 persen berhasil mengungguli DKI Jakarta (5,18 persen) dan Jawa Barat (5,23 persen).
Dengan capaian itu, Bali hanya berada di bawah Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau.
Ditambah lagi, sektor akomodasi dan makanan minuman menjadi penopang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dengan kontribusi 22,76 persen. Sektor ini juga mencatat pertumbuhan kredit 13,91 persen (yoy).
Bahkan, indikator sosial ekonomi Bali menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 hanya 1,58 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional 4,76 persen.
Tingkat kemiskinan Maret 2024 tercatat 3,8 persen, juga lebih baik dibanding rata-rata nasional 8,57 persen. Bahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali mencapai 77,76 dan menempati peringkat kelima nasional.
“Inflasi Bali per Agustus 2025 sebesar 2,65 persen (yoy), sedangkan PDRB per kapita Rp67,32 juta, menempatkan Provinsi Bali di peringkat ke-11 dan ke-21 secara Nasional,” pungkasnya. (red).






