Edukasi BPOM di Abiansemal Dorong UMKM Naik Kelas dan Cegah Produk Ilegal

Foto: Yayasan Tri Murti Nusantara bersama Komisi IX DPR RI menghadirkan edukasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Aula Kantor Camat Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 21 Pebruari 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BADUNG – Penguatan literasi keamanan pangan dan obat menjadi langkah strategis dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas sekaligus melindungi konsumen dari produk ilegal.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Yayasan Tri Murti Nusantara bersama Komisi IX DPR RI menghadirkan edukasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Aula Kantor Camat Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu, 21 Pebruari 2026.

Berbeda dari sekadar edukasi umum, kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan daya saing UMKM Abiansemal melalui pemahaman standar keamanan, mutu, dan legalitas produk.

Dengan bekal tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu menghadirkan produk yang aman, berkualitas, dan terpercaya di pasar lokal maupun nasional.

Peserta sosialisasi mendapatkan penjelasan langsung mengenai ciri-ciri obat, makanan, dan kosmetik yang aman serta layak konsumsi.

Edukasi ini dinilai krusial karena masih ditemukannya produk yang tidak memenuhi ketentuan beredar di pasaran.

Ketua Yayasan Tri Murti Nusantara, Ayu Sri Parwati, SE, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah setempat yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Berita Terkait:  10 Strategi Pasang Iklan di Marketplace yang Tingkatkan Visibilitas Penjualan Produk, Coba Terapkan!

“Dalam hal ini, kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Pak Camat yang sudah memfasilitasi tempat untuk kegiatan hari ini,” ucapnya.

Ia menilai kehadiran BPOM secara langsung memberi nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Pada kesempatan hari ini, kita mendapatkan informasi terkait sosialisasi BPOM, dan ini sangat luar biasa untuk masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada literasi keamanan produk, Yayasan Tri Murti Nusantara juga menghadirkan layanan pengobatan herbal gratis bagi warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Kami di yayasan juga sedang mengadakan pelayanan pengobatan gratis, yaitu herbal, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya.

Ayu Parwati menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara yayasan, pemerintah, dan DPR RI agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal.

“Kita ingin bisa bersinergi dengan pemerintah dan DPR, agar program Yayasan Tri Murti Nusantara ini bisa selaras dan manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Beragam Media Promosi Offline untuk Memperkenalkan Produk dan Meningkatkan Penjualan 

Ayu Parwati juga menegaskan visi yayasan dalam membangun generasi muda yang unggul secara intelektual dan spiritual.

“Kami ingin mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara material dan intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, agar generasi muda mampu membentengi diri dan menjadi insan yang mandiri serta bertanggung jawab,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komunikasi, informasi, dan edukasi terkait keamanan produk di tengah maraknya peredaran barang ilegal.

“Kami datang ke Kantor Camat Abian Semal untuk memberikan edukasi bahwa saat ini masih banyak beredar makanan, obat, dan kosmetik yang tidak layak konsumsi dan tidak layak edar,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah risiko kesehatan akibat produk ilegal.

“Disinilah pentingnya edukasi, agar masyarakat tahu mana makanan dan obat yang aman untuk dikonsumsi, sehingga tidak menyesal di kemudian hari,” tegas Tutik Kusuma Wardhani.

Berita Terkait:  Fuso Mosaic Event 2026 di Lovina Manjakan Konsumen Setia Mitsubishi Fuso

Tutik Kusuma Wardhani juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menyebarluaskan informasi mengenai bahaya produk tidak aman.

“Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu agar membantu kami menyebarluaskan informasi ini, supaya semakin banyak masyarakat paham tentang bahaya produk yang tidak aman,” paparnya.

Khusus kepada pelaku UMKM, Tutik Kusuma Wardhani mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, mutu, dan keamanan produk sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

“UMKM harus menyadari bahwa memproduksi makanan itu kebersihan, mutu, dan keamanannya harus benar-benar dijaga sampai dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Tutik Kusuma Wardhani kembali mengingatkan pentingnya pola hidup sehat melalui pilihan konsumsi yang tepat.

“Hati-hati dalam mengonsumsi obat dan makanan. Kita tentu ingin umur panjang dan hidup sehat, dan itu dimulai dari cerdas memilih makanan yang aman,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, penguatan literasi keamanan pangan di Abiansemal diharapkan mampu mendorong UMKM lebih kompetitif sekaligus membentuk konsumen yang cerdas dan kritis terhadap produk ilegal. (red).

 

Berita Terkini