Dukung Giri Prasta Pimpin KONI Bali, Pemuda Katolik Harap Bali Berjaya di PON

Calon tunggal Ketua Umum KONI Bali I Nyoman Giri Prasta (kiri) mendapat dukungan dari Ketua Pemuda Katolik Komda Bali Yogaswara Putra Utama (kanan). (Balihotnews/red).
Calon tunggal Ketua Umum KONI Bali I Nyoman Giri Prasta (kiri) mendapat dukungan dari Ketua Pemuda Katolik Komda Bali Yogaswara Putra Utama (kanan). (Balihotnews/red).

Balihotnews.com | DENPASAR – Langkah Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, untuk menduduki kursi nomor satu di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali kian mulus. Mengantongi status sebagai calon tunggal, Giri Prasta kini kebanjiran dukungan dari berbagai pihak.

​Salah satu dukungan mengalir dari Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Bali. Mereka menaruh harapan besar agar sentuhan tangan dingin Giri Prasta mampu membawa kontingen Pulau Dewata kembali menembus lima besar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

​Ketua Pemuda Katolik Komda Bali, Yogaswara Putra Utama, menilai Giri Prasta adalah sosok paling tepat untuk menakhodai olahraga Bali. Keyakinan ini didasarkan pada rekam jejak menterengnya saat menjabat sebagai Bupati Badung dua periode.

​”Prestasi Badung di ajang Porprov selama kepemimpinan beliau adalah bukti nyata bahwa Giri Prasta memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan olahraga,” kata Yogaswara di Denpasar, Rabu (11/3/2026).

Berita Terkait:  Kunjungi Ditjen Infrastruktur Digital, Pj. Sekda Agung Mahajaya Perjuangkan Penguatan Jaringan Telekomunikasi di Nusa Penida

​Menurut Yogaswara, kesuksesan Badung merajai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali secara konsisten tak lepas dari peran Giri Prasta. Ia dinilai peduli pada pengembangan atlet, fasilitas olahraga, hingga kucuran anggaran pembinaan yang memadai.

​Saat ini, Giri Prasta melenggang bebas sebagai calon tunggal Ketua Umum KONI Bali periode 2026-2030. Situasi ini tercipta usai mundurnya sang petahana, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, beserta kandidat lain, Anak Agung Ngurah Maha Diptha. Keduanya memilih mundur dan secara terbuka mendukung Giri Prasta.

​Yogaswara menyebut fenomena calon tunggal ini membuktikan tingginya kepercayaan publik dan insan olahraga. Berkaca pada hasil PON terakhir di mana Bali finis di peringkat ketujuh, ia pun menargetkan adanya kebangkitan prestasi.

Berita Terkait:  Pemkab Klungkung Gandeng Korea Selatan Wujudkan Transisi Energi dan Nusa Penida Green Island 2030

​”Kami berharap di bawah kepemimpinan Giri Prasta, pembinaan olahraga di Bali makin kuat, sehingga pada ajang PON mendatang Bali bisa kembali masuk lima besar nasional,” tegasnya.

​Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemuda Katolik Bali menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi memajukan olahraga daerah. Yogaswara menyebut banyak talenta muda gereja di bidang olahraga yang siap disinergikan.

​”Kami juga rutin membuat turnamen seperti futsal, basket 3×3, badminton, serta biliar. Tentu kita akan berkolaborasi,” ungkapnya.

​Di sisi lain, kiprah Giri Prasta di kancah olahraga tak perlu diragukan. Pria asal Desa Pelaga, Badung ini juga menjabat sebagai Ketua Umum DPD Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Provinsi Bali.

​Perhatian ekstranya juga terlihat saat tim sepak bola Perseden Denpasar berlaga di putaran nasional Liga 4. Turun langsung memberikan dukungan moral dan bonus, ia sukses mengantarkan Perseden promosi ke Liga 3 (Liga Nusantara). Hal inilah yang membuat para ‘gila bola’ (gibol) Perseden mantap mendukungnya memimpin KONI.

Berita Terkait:  Monitoring Pembangunan Daerah di Kecamatan Klungkung dan Dawan, Bupati Satria Apresiasi Capaian Proyek Fisik Tepat Waktu dan Berkualitas

​Kini, Giri Prasta tinggal selangkah lagi menuju kursi Ketua Umum. Penetapannya dijadwalkan akan diketok palu dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Bali pada Senin (23/3/2026) mendatang di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar.

​Sebelumnya, saat menyerahkan berkas pencalonan pada Senin (9/3) lalu, Giri Prasta menegaskan komitmennya. Ia bertekad membawa KONI Bali menjadi organisasi yang lebih profesional, solid, dan mandiri.

​”Pembinaan pelatih dan atlet sekarang ini sudah bagus. Namun, perlu dilakukan evaluasi internal, pengurus, venue, hingga sarana dan prasarana yang ada,” pungkasnya.*** (dre/red)

Berita Terkini