Driver GrabCar di Bali Ubah Cerita Penumpang Menjadi Lagu

Driver GrabCar Premium di Bali, Khairullah (48). (balihotnews/istimewa)
Driver GrabCar Premium di Bali, Khairullah (48). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Profesi pengemudi transportasi daring biasanya identik dengan mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Namun di Bali, seorang pengemudi GrabCar justru mengubah perjalanan itu menjadi karya musik.

Khairullah (48), pengemudi GrabCar Premium yang beroperasi di kawasan Ubud, menciptakan lagu dari cerita hidup penumpangnya. Kisah yang ia dengar selama perjalanan diolah menjadi lirik dan komposisi musik digital, lalu dirilis ke berbagai platform musik internasional.

Pria yang akrab disapa Khairul ini menggunakan identitas kreatif The Hero ID (TGRID). Ia telah menetap di Bali selama 11 bulan terakhir dan tiga bulan di antaranya aktif sebagai pengemudi GrabCar Premium dengan mobil listrik BYD M6, melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pindah Profesi dan Menemukan Ruang Kreatif

Sebelum menjadi pengemudi, Khairul bekerja sebagai manajer hotel dan pengelola surfing academy di kawasan Kuta. Keputusan beralih profesi ia ambil setelah menilai fleksibilitas kerja sebagai pengemudi justru membuka ruang interaksi yang lebih luas.

“Kemudian 8 bulan saya kerja, tiba-tiba saya mencari tambahan lewat Grab Car, ternyata lebih nyaman dengan GrabCar bisa kemana-mana akhirnya saya ngajuin resign,” ujar Khairul.

Dalam perjalanan jarak menengah hingga jauh, obrolan di dalam mobil sering berkembang menjadi percakapan personal. Musik yang awalnya hanya diputar sesuai permintaan penumpang, perlahan berubah menjadi ide untuk menghadirkan pengalaman yang lebih intim.

Berita Terkait:  Tiga Hari Pelatihan, Kader Posyandu Klungkung Diperkuat untuk Implementasikan 6 SPM

Dari Percakapan di Mobil ke Lagu

Ide tersebut menemukan bentuknya saat Khairul mengantar seorang penumpang asal Tiongkok bernama Tracy, seorang pramugari jet internasional. Percakapan selama perjalanan dari Sanur menuju Ubud tentang pekerjaan lintas negara dan kelelahan emosional meninggalkan kesan mendalam.

“Saya merasa ada cerita ketika ada pelanggan GrabCar saya namanya Tracy, Pramugari Jet Plan Jepang-Cina, terus dia berlibur ke Bali. Dari jemput awal sampai pulang itu, dari Sanur ke Ubud itu ada obrolan di mobil,” kata Khairul.

Dari cerita itu, Khairul memutuskan membuat sebuah lagu sebagai bentuk “oleh-oleh” bagi penumpangnya. Ia tidak merekam percakapan maupun mencatat secara teknis. Seluruh cerita diserap, diingat, lalu diterjemahkan menjadi lirik dan komposisi musik.

“Saya rekam, kemudian saya simpulkan, saya bikin lirik, sampai konsep strukturnya. Ada intro, outro, kemudian ada chorus, ada verse. Setelah jadi, saya milih genre-nya, feel, instrumentalnya itu kayak gitar, bass, vokal, efek, power gitu kan ya, ya tinggal masuk. Selesai, baru vokalisnya,” paparnya.

Genre R&B, soul, pop, hip hop, hingga rap menjadi pilihan utama, menyesuaikan karakter dan emosi penumpang. Untuk vokal, Khairul memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) berlisensi sebagai alat produksi, sementara ide, lirik, emosi, dan hak cipta tetap ia kerjakan sendiri.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

“Kalau saya harus vokalis yang asli kan susah jadwalnya. Ya kan, harus studio, macam-macam. Akhirnya saya pakai vokal AI, yang berbayar,” ungkapnya.

Dengan template dan klasifikasi karakter penumpang, satu lagu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit, selama ia memiliki waktu berhenti dan fokus.

Didukung Perusahaan dan Respons Penumpang

Khairul menyebut seluruh aktivitas kreatif tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan Grab dan mendapat dukungan penuh.

“Mereka mendukung, dipersilahkan bahkan saya bikin lagu promosi buat GrabCar Company, bikin lagu GrabCar buat TPI, bahkan termasuk mobil BYD saya bikin lagu-lagu itu,” jelasnya.

Respons penumpang kerap di luar dugaan. Ada yang terdiam, tersenyum, hingga menangis saat mendengar kisah hidupnya diubah menjadi lagu. Dua penumpang asal India, Rasika dan Juhu, menangis di bandara setelah lagu tentang perjalanan mereka diputar. Seorang ibu asal Selandia Baru bernama Safron mendapati lagunya justru memotivasi sang anak belajar gitar.

“Menurut saya salah satu faktor kenapa pemerintah pengen menggerakkan ekonomi kreatif dalam bidang apapun, menurut saya, legacy cerita orang turis itu tidak hanya foto dan video, tapi song,” katanya.

Berita Terkait:  Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” Sasar Tiga Lokasi di Kabupaten Karangasem 

Dirilis Legal dan Tembus Platform Global

Berbeda dari konten musik instan, Khairul memastikan seluruh karyanya dirilis secara legal. Sejak 2026, lagu-lagu The Hero ID telah terdaftar ISRC dan didistribusikan melalui DistroKid. Karyanya tersedia di berbagai platform musik digital global seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

Album Feel Heal Flow, termasuk salah satu singlenya Holiday in Sanur, merekam suasana perjalanan wisata dan pengalaman penumpang selama berada di Bali.

“Yang paling berat itu bukan (bikin) instrumennya, tapi lirik. Soul-nya,” ucapnya.

Hingga kini, sekitar 130 lagu telah diproduksi, baik dalam bentuk single maupun album, seluruhnya bersumber dari kisah nyata penumpang GrabCar Premium. Di balik itu, Khairul tetap harus memenuhi target minimal 225 order per bulan dan kerap hanya tidur dua hingga tiga jam per malam.

Meski belum mengejar sisi komersial, ia melihat potensi besar di depan mata. Baginya, perjalanan wisata di Bali tidak harus selalu berakhir pada foto dan video.

Di dalam mobil listrik yang kembali melaju setelah penumpang turun, Khairul menyiapkan perjalanan berikutnya. Perjalanan singkat yang bisa saja berubah menjadi lagu baru.

Berita Terkini