Doa Khidmat Pangdam IX/Udayana di Sad Kahyangan Lempuyang

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, melakukan kunjungan wisata religi ke Pura Lempuyang Luhur, Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (15/8/2025). (balihotnews/ist)
Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, melakukan kunjungan wisata religi ke Pura Lempuyang Luhur, Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (15/8/2025). (balihotnews/ist)

Balihotnews.com | KARANGASEM – Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, melakukan kunjungan wisata religi ke Pura Lempuyang Luhur, Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (15/8/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur dan permohonan doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar setiap penugasan yang diembannya dapat berjalan lancar, penuh kekuatan, dan selamat.

Pura Lempuyang Luhur dikenal sebagai salah satu Sad Kahyangan Jagat, pura utama yang menjadi pilar spiritual Bali. Terletak di lereng Gunung Lempuyang pada ketinggian sekitar 1.175 meter, pura ini memiliki sejarah panjang yang diyakini sudah ada sejak masa pra-Majapahit.

Dalam kepercayaan Hindu Bali, Pura Lempuyang berperan sebagai penjaga arah timur pulau, simbol kesucian dan pencerahan.

Berita Terkait:  Raih 186 Suara, Letjen I Nyoman Cantiasa Ungguli Ari Dwipayana dalam Pemilihan Ketua Umum PHDI Pusat

Selain sebagai pusat persembahyangan, pura ini juga terkenal di kalangan wisatawan karena kompleks Pura Penataran Agung Lempuyang yang memiliki gerbang ikonik “Heaven’s Gate” dengan latar Gunung Agung.

Meski ramai dikunjungi wisatawan, setiap tangga yang dilalui menuju Pura Lempuyang Luhur memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu.

Rombongan Pangdam IX/Udayana memulai perjalanan dari Pura Telaga Mas, singgah di Bale Pesandekan, kemudian melanjutkan menuju Pura Penataran Agung sebelum tiba di Pura Lempuyang Luhur.

Sambutan hangat diberikan oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Doa bersama dipimpin oleh Jero Mangku Gede dalam suasana khidmat. Usai persembahyangan, Mayjen Piek Budyakto menyerahkan dana punia sebagai bentuk bakti dan dukungan terhadap kelestarian pura.

Berita Terkait:  Melihat Berakhirnya PHDI Menuju MAHASABHA XIII, KMHDI Buleleng Soroti Ruang Anak Muda dan Persoalan Umat

“Kegiatan ini merupakan bagian dari wisata religi yang kami laksanakan untuk memohon restu, agar setiap langkah pengabdian Kodam IX/Udayana selalu mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Bali memiliki kearifan lokal yang sangat tinggi. Sebagai prajurit, kita harus mampu menyatu dengan masyarakat dan menjaga harmoni yang telah terjalin,” tegas Pangdam.

Kunjungan berakhir dengan ramah tamah bersama tokoh masyarakat setempat. Seluruh rangkaian berjalan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan harmoninya nilai spiritual dan kebersamaan antara TNI dan warga Bali. (dir)

Berita Terkini