Perpaduan Seni dan Teknologi Warnai Festival Ogoh-ogoh di Tabanan

Penampilan salah satu karya ogoh-ogoh terbaik yang memeriahkan puncak Festival Singasana III 2026 di Kabupaten Tabanan, Minggu (15/3/2026). (Balihotnews/Istimewa)
Penampilan salah satu karya ogoh-ogoh terbaik yang memeriahkan puncak Festival Singasana III 2026 di Kabupaten Tabanan, Minggu (15/3/2026). (Balihotnews/Istimewa)

Balihotnews.com | TABANAN – Evolusi karya seni pemuda Bali kembali tersaji memukau. Berpadu dengan teknologi canggih, deretan mahakarya ogoh-ogoh yang bisa bergerak sukses mewarnai puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 di Kabupaten Tabanan.

​Kemeriahan ini terpusat di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya pada Minggu (15/3/2026) sore. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan penampilan 10 ogoh-ogoh terbaik tingkat kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

​Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang hadir membuka acara dibuat takjub. Ia mengapresiasi lonjakan kreativitas para sekaa teruna (pemuda) yang kini tak sekadar membuat patung raksasa biasa.

​”Dulu mungkin hanya sekadar membuat ogoh-ogoh untuk diarak. Tapi tahun ini, kualitasnya sangat bagus dan keren,” puji Sanjaya di lokasi acara.

Berita Terkait:  Atasi Kelangkaan BBM, Gubernur Koster Panggil Pertamina dan Hiswana Migas

​”Apalagi sudah masuk sentuhan teknologi di dalam pembuatannya hingga ogoh-ogoh bisa bergerak. Ini bukti kecerdasan dan kreativitas yowana di Kabupaten Tabanan sudah tidak main-main lagi,” sambungnya.

​Daftar Juara Festival Ogoh-ogoh Tabanan 2026

​Ajang bergengsi ini berawal dari seleksi ketat terhadap 64 ogoh-ogoh dari seluruh kecamatan. Setelah mengerucut menjadi 10 finalis, dewan juri akhirnya menetapkan para jawara.

​Berikut daftar pemenangnya:

​Juara 1: Ogoh-ogoh “Adhikara Grahana” ciptaan Sekaa Teruna (ST) Dharma Bhakti (Banjar Tampak Karang, Kec. Baturiti).

Juara 2: Ogoh-ogoh “Ngerejeg Bhoma Palatra” karya ST Tri Wikrama (Banjar Kamasan, Kec. Tabanan).

Juara 3: Ogoh-ogoh “Kunti Seraya” garapan ST Permata (Banjar Tanah Bang, Kec. Kediri).

Berita Terkait:  Semarak HUT ke-66 Karang Taruna Gianyar: Soroti Potensi 100 Ribu Pemuda, Sentil Separuh Desa Belum Aktif

​Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan festival ini bukan sekadar adu gengsi estetika menjelang Hari Raya Nyepi. Acara ini punya peran krusial dalam membangun karakter pemuda.

​Pemerintah daerah, kata Sanjaya, hadir memfasilitasi aspirasi yowana sebagai langkah nyata pelestarian adat, agama, dan seni budaya.

​”Festival ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga memperkuat konsep kebersamaan antar-Sekaa Teruna se-Kabupaten Tabanan. Antusiasmenya betul-betul luar biasa,” pungkas Sanjaya.

​Puncak festival ini turut dimeriahkan oleh kehadiran Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, perwakilan Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda, serta tokoh adat setempat yang berbaur menikmati denyut nadi pelestarian budaya Bali.*** (dre)

Berita Terkini