Curhat Guru di Abiansemal ke Kadisdikpora Badung: Dari Sarpras hingga Tantangan Mengajar

Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana berdialog dengan tenaga pendidik dalam kegiatan Safari Pendidikan di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Balihotnews/red)
Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana berdialog dengan tenaga pendidik dalam kegiatan Safari Pendidikan di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | BADUNG – Berbagai persoalan nyata di lapangan, mulai dari minimnya fasilitas sarana prasarana (sarpras) hingga peliknya tantangan mengajar sehari-hari, dicurahkan oleh para guru di Kecamatan Abiansemal. Keluh kesah ini disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, dalam ajang Safari Pendidikan di SMPN 5 Abiansemal, Jumat (8/5/2026).

​Kegiatan yang digelar guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 ini, sengaja dirancang untuk memberi ruang bagi para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ agar suaranya lebih didengar oleh pemerintah.

​”Di sesi ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah para guru. Apakah ada kendala di sekolah, persoalan sarana prasarana, ataupun masalah lainnya,” ujar Dwipayana saat menyerap aspirasi tenaga pendidik di lokasi.

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

​Diinisiasi oleh PGRI Kecamatan Abiansemal bersama Disdikpora Badung, acara ini tak sekadar ajang sapaan formal. Dwipayana duduk bersama membedah berbagai kendala melalui sesi talkshow interaktif.

Beragam isu dikupas tuntas, termasuk keluhan soal pola kerja hingga tantangan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar sekolah.

​Menurut Dwipayana, komunikasi dua arah ini sangat krusial. Pemerintah harus tahu persis kondisi nyata yang dihadapi para guru agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Ia pun mengingatkan pentingnya kerja sama yang kuat antar-pendidik demi menghadirkan proses belajar mengajar yang optimal.

​”Guru-guru harus menjadi tim yang solid di sekolah. Kepala sekolah harus mampu me-manage teman-temannya agar bisa menjadi tim yang kuat,” tegasnya.

Berita Terkait:  Genjot Pembangunan Pariwisata Nusa Penida, Bupati Satria Sampaikan Usulan Program Prioritas ke Kementerian PU

​Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan lingkungan sekitar. Sebab, mayoritas instansi pendidikan hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

​”Sekolah juga harus bisa menyatu dengan desa ataupun lingkungan di sekitarnya,” imbuh Dwipayana.

​Target Cetak Generasi Unggul

​Merespons berbagai masukan dan curhatan dari para guru, Disdikpora Badung berkomitmen penuh untuk terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik. Tujuannya satu, yakni melahirkan generasi muda Badung yang tangguh dan kompetitif.

​”Ke depannya kita akan terus meningkatkan kualitas guru-guru di Kabupaten Badung. Sehingga mampu mendidik anak-anak menjadi generasi unggul yang siap bersaing, baik di Badung maupun Bali secara umum,” paparnya.

​Sebagai informasi, rangkaian Safari Pendidikan ini tak hanya diisi dengan talkshow. Sejak pagi, acara telah diawali dengan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Desa Adat Gerih.

Berita Terkait:  Ahli Ungkap Sinyal Kriminalisasi di Kasus Eks Kepala BPN Bali

​Selain itu, ada pula penyerahan tanaman dari Ketua PGRI Abiansemal kepada Perbekel Desa Gerih dan Kepsek SMPN 5 Abiansemal. Acara kemudian dipungkas dengan pemberian apresiasi bagi guru-guru berprestasi yang berhasil menjuarai berbagai lomba dari tingkat kecamatan hingga nasional.*** (dre)

Berita Terkini