Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria secara resmi menutup Spensapura Art Festival (SAF) VI Tahun 2026 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat, 27 Pebruari 2026.
Penutupan festival seni tahunan ini ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dari berbagai cabang seni.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 1 Semarapura ini telah memasuki tahun keenam pelaksanaan dan menjadi salah satu ajang kreativitas pelajar yang konsisten digelar di Kabupaten Klungkung.
Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi atas komitmen sekolah dalam menjaga keberlanjutan festival seni tersebut.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar SMP Negeri 1 Semarapura. Konsistensi dalam menyelenggarakan festival seni hingga tahun keenam ini membuktikan bahwa semangat pelestarian budaya telah mengakar kuat di sekolah ini. Jadikanlah panggung Balai Budaya ini sebagai tempat kalian mengekspresikan diri secara positif. Jangan takut berkarya, karena seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan,” kata Bupati Satria.
Usung Tema “Ngrembaka Citta Lango”,
Spensapura Art Festival VI Tahun 2026 mengusung tema “Ngrembaka Citta Lango” yang memiliki makna tumbuh dan berkembangnya hati serta kesadaran yang indah. Tema ini mencerminkan semangat generasi muda untuk terus bertumbuh dalam kreativitas, memperkuat kepekaan rasa, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya.
Festival ini menghadirkan berbagai cabang lomba, mulai dari seni tari, tabuh, musik, teater, sastra hingga seni rupa. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pengembangan bakat siswa.
Selain menjadi ajang kompetisi, SAF VI juga berperan dalam membangun karakter pelajar. Melalui seni, para siswa didorong untuk meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat identitas budaya, serta menanamkan komitmen melestarikan warisan daerah.
Komitmen Lahirkan Generasi Kreatif
Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap penyelenggaraan Spensapura Art Festival yang berkelanjutan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap seni budaya Bali sebagai jati diri daerah.
Keberadaan festival ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan generasi muda melalui jalur seni dan budaya, sekaligus memperkuat posisi Klungkung sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (red).







