Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Sejak Maret 2025 lebih 7 bulan lalu, Bupati Klungkung, I Made Satria memberikan perhatian serius rencana pembangunan pelabuhan barang di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan.
Langkah awalnya, Bupati Satria membuktikan dengan mulai melakukan pendataan lahan. Untuk itu, didapatkan calon lokasi Pelabuhan Barang yang ideal, yaitu lokasi tanah Pemprov Bali yang saat ini digunakan sebagai Balai Benih Udang Galah (BBUG) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, yang sebagian lahan milik Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan.
Bupati Satria menyatakan di lokasi yang telah ditentukan, perlu percepatan kepastian hukum terkait lahan dimaksud di Desa Pesinggahan.
Menurutnya, kepastian kepemilikan lahan menjadi hal penting untuk menghindari adanya masalah hukum atau klaim pihak lain di kemudian hari.
Terlebih lagi, proyek itu nantinya akan melibatkan investasi besar dan sifatnya jangka panjang. Kepastian status lahan juga penting untuk menarik kepercayaan investor, agar lahan yang jelas kepemilikan dapat mempermudah perencanaan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan sarana pendukung lainnya.
“Kami ingin memastikan lahan yang akan digunakan sudah jelas statusnya, sehingga pembangunan bisa berjalan lancar,” tegas Bupati Made Satria asal Dusun Sental Kangin,Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida ini.
Tak hanya itu, Bupati Satria mempermaklumkan bahwa Pelabuhan Barang ini nantinya akan sepenuhnya dibangun oleh investor swasta, yaitu investor dimaksud merupakan investor lokal.
Namun, setelah pembangunan selesai, pengelolaannya akan dilakukan secara bersama-sama agar Pemerintah Kabupaten Klungkung bisa memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu alasan utama pembangunan pelabuhan ini menurutnya, untuk menekan inflasi di Nusa Penida. Saat ini, harga barang di wilayah tersebut jauh lebih mahal dibandingkan di Bali daratan.
“Sebagai gambaran permasalahan, bahwa harga semen di Bali hanya Rp 68 ribu hingga 72 ribu rupiah per sak, tetapi di Nusa Penida bisa mencapai 100 ribu rupiah. Padahal, penghasilan masyarakat di sana tidak berbeda jauh dengan di Klungkung daratan,” kata Made Satria, Bupati yang dikenal ramah simpatik dan aktif berinteraksi dengan warganya.
Apalagi, distribusi barang ke Nusa Penida saat ini mengalami kendala besar, karena penyeberangan melalui Padang Bai dinilai kurang optimal. Truk yang membawa barang harus antre hingga sebulan untuk bisa masuk ke kapal Roro.
“Hal ini menyebabkan biaya pengangkutan melonjak drastis hingga 10 juta rupiah per truk. Bayangkan jika yang diangkut adalah pasir, berapa harga jualnya nanti,” lanjut Made Satria memperjelas kendala yang selama ini terjadi.
Berdasarkan desain yang telah disusun, Pelabuhan Barang ini akan mampu menampung bongkar muat kapal jenis Ferry dan Roro.
Dengan kapasitas tersebut, pelabuhan tidak hanya melayani penyeberangan ke Nusa Penida, tetapi juga distribusi barang ke wilayah lain seperti Lombok dan Banyuwangi.
Pemerintah Kabupaten Klungkung menggandeng investor untuk mempercepat realisasi proyek ini. Menurut Bupati Satria, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan infrastruktur.
“Saat ini, Pemerintah Daerah terbebani dengan pengeluaran besar, termasuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” terangnya.
Bupati Satria optimistis proyek ini Pelabuhan Barang di Desa Pesinggahan bisa diwujudkan. Terlebih lagi, Bupati Satria telah intens komunikasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster percepatan terkait hibah tanah pemprov di lokasi BBUG dan relokasi BBUG dilokasi tersebut.
Dukungan bahkan desakan dari masyarakat Klungkung terus mengalir agar ada percepatan pembangunan Pelabuhan Barang Pesinggahan.
“Selain terus mohon percepatan dukungan dari Bapak Gubernur, kami juga mengaktifkan konsolidasi Pemkab Klungkung, dengan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Pelabuhan Barang Pesinggahan, sebagai tugas pertama dari Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP4) Pemkab Klungkung,” tandas Bupati Satria dengan senyum optimisme, saat ditemui awak media di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Selasa, 30 September 2025.
Dengan keberadaan Pelabuhan Barang tersebut dan kerja keras serta pembenahan tata kelola daerah, PAD Kabupaten Klungkung akan meningkat.
“Jika PAD meningkat, kita bisa lebih mandiri dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati Satria yang terkenal dengan Salam MahottamaJaya.
Disisi lain, Tokoh Masyarakat Bali asal Nusa Penida Ketut Lea Wijaya, dikenal sebagai Ketut Leo, menyampaikan bahwa menerima banyak aspirasi bahkan desakan dari masyarakat Klungkung khususnya dari Kecamatan Nusa Penida yang berharap adanya Percepatan Pembangunan Pelabuhan Barang Pesinggahan.
“Saya menerima banyak aspirasi bahkan desakan dari masyarakat Klungkung khususnya dari Nusa Penida agar dilakukan percepatan pembangunan Pelabuhan Barang Pesinggahan. Untuk itu, kami mendorong skaligus mengucapkan terima kasih dan apresiasi bila Bupati Klungkung Made Satria dan Gubernur Bali Wayan Koster kiranya bisa mengakomodasi dan mewujudkan hal ini,” kata Ketut Leo, Tokoh Muda Bali, yang dikenal banyak membantu warga tanpa pamrih. (Red).






