Gowes Keliling Kota, Bupati Sanjaya Cek Progres Tugu Singasana 31 Meter

Tinjau penataan wajah kota, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya gowes bareng komunitas keliling Tabanan, Jumat (4/9/2026). (Balihotnews/red)
Tinjau penataan wajah kota, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya gowes bareng komunitas keliling Tabanan, Jumat (4/9/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, meninjau langsung progres pembangunan Taman Tugu Singasana sambil bersepeda bersama komunitas, Jumat (4/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penataan wajah perkotaan berjalan sesuai target.

​Mengambil rute dari Kantor Bupati Tabanan, rombongan menyusuri Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, hingga Lapangan Alit Saputra. Titik henti utama berada di area pembangunan Tugu Singasana yang berdiri di atas lahan Pemkab seluas kurang lebih 10 are.

​Monumen ini dirancang bukan sekadar ruang publik, melainkan medium rekam jejak sejarah daerah.

​”Kita bangun Singasana ini untuk masyarakat Tabanan. Di dalamnya ada tiga ruang dengan relief yang menceritakan Tabanan masa lalu, masa kini, dan visi misi 100 tahun ke depan,” kata Sanjaya di lokasi.

Berita Terkait:  Percepat RDTR 2026, Bupati Klungkung Siapkan Fondasi Kuat Dongkrak Investasi Daerah
​Filosofi Angka 31 dan Jejak Tangsi Belanda

​Pembangunan Tugu Singasana kental dengan filosofi Aman, Unggul, dan Madani. Secara arsitektur, monumen ini memiliki tiga tingkatan dengan tinggi masing-masing 10 meter.

​Ditambah struktur puncak setinggi satu meter sebagai simbol hubungan manusia dengan alam semesta, total ketinggian mencapai 31 meter. Berdasarkan hitungan filosofis (3+1), angka 4 yang dihasilkan menjadi simbol Singasana atau kursi pemerintahan.

​Lokasi berdirinya tugu ini juga sarat memori pergerakan kemerdekaan. Lahan tersebut merupakan bekas Tangsi atau gudang senjata Belanda.

​”Di tempat bersejarah ini kita bangun tugu untuk mengenang Tabanan masa lalu yang heroik, masa kini yang agraris, dan memandu generasi depan menuju kemajuan,” tegas Sanjaya.

Berita Terkait:  Kuta Selatan Mati Air Sepekan, BEM Unud Sentil Janji Politik Bupati Badung Adi Arnawa

​​Hingga awal September, progres fisik Taman Tugu Singasana telah menyentuh angka 30 persen. Sanjaya memastikan akan terus mengevaluasi proyek penataan kota lainnya secara berkala, termasuk Patung Catur Muka dan Lapangan Alit Saputra.

​Di sisi lain, seniman relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, tengah merampungkan ukiran visual perjuangan rakyat Bali melawan Belanda—dari kawasan pesisir hingga peristiwa Margarana. Relief ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

​Sementara itu, perwakilan CV Ari Mustika selaku pelaksana proyek Taman Bunda PAUD di Lapangan Alit Saputra menyebutkan pengerjaan saat ini baru mencapai 11 persen. Seluruh tahapan penataan kawasan tersebut diproyeksikan rampung pada Desember mendatang.*** (dre)

Berita Terkini