Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri upacara pengukuhan Prajuru Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan se-Kabupaten Klungkung masa bakti 2026–2031 yang digelar di Wantilan Pura Agung Kentel Gumi, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (7/1/2026).
Pengukuhan dilakukan oleh MDA Provinsi Bali melalui Petajuh Bendesa II Bidang Kelembagaan dan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh para Bendesa Alitan terpilih.
Untuk periode ini, empat Bendesa Alitan resmi menjabat di masing-masing kecamatan, yakni Nusa Penida, Dawan, Klungkung, dan Banjarangkan.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa kehadiran MDA Kecamatan sangat penting di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi.
Lembaga Adat Punya Peran Strategis
Ia menilai lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan, ketertiban, dan persatuan masyarakat Bali.
“Perkembangan teknologi yang sangat cepat, apabila tidak digunakan dengan bijak, tentu dapat menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembentukan MDA Kecamatan menjadi salah satu upaya untuk menyatukan dan mempererat Desa Adat di Kabupaten Klungkung,” ujarnya.
Bupati Satria juga menyebut pembangunan di Klungkung saat ini terus berkembang, baik secara fisik maupun spiritual.
Ia berharap MDA Kecamatan dapat ikut mendukung pembangunan daerah dan berkontribusi terhadap kemajuan Klungkung serta Bali secara keseluruhan.
Sementara itu, Ketua MDA Kabupaten Klungkung Dewa Made Tirta menjelaskan bahwa para prajuru yang dilantik telah melalui proses seleksi sebelumnya. Setiap calon wajib berstatus krama desa adat di wilayahnya dan minimal berpendidikan setingkat SMA.
Seleksi dilakukan melalui Pesangkepan Alitan yang digelar pada 13 Desember 2025 di masing-masing kecamatan, sebelum akhirnya para calon menyatakan komitmen menjalankan tugas selama lima tahun ke depan.
Awali Prosesi Pejaya-Jayaan
Rangkaian pengukuhan juga diawali dengan prosesi Pejaya-Jayaan di Pura Agung Kentel Gumi yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba dari Griya Tusan.
Acara tersebut turut dihadiri unsur pemerintah provinsi, perangkat daerah, perwakilan lembaga keagamaan, camat se-Klungkung, serta Forum Perbekel Kabupaten Klungkung.





