Balihotnews.com l Manggarai Barat – Penanganan pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan kepada masyarakat. Pemulihan listrik, jaringan komunikasi, ketersediaan BBM hingga akses jalan dan jembatan menjadi perhatian untuk memastikan aktivitas warga dapat kembali berjalan.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026). Rapat dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan diikuti unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah pusat dan daerah.
Pangdam mengatakan, penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Setelah kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi, pemulihan berbagai fasilitas penunjang kehidupan juga harus segera dilakukan.
“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia sudah kita dorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran TNI juga terus kita siagakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah yang mengalami dampak cukup berat,” ujar Piek.
Menurutnya, Mbay dan Maumere menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian serius karena mengalami dampak gempa cukup berat. Personel TNI dikerahkan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan di lapangan.
Selain evakuasi dan distribusi logistik, koordinasi diarahkan untuk memastikan jaringan listrik dan komunikasi dapat segera dipulihkan. Kedua layanan tersebut dinilai penting karena menjadi penopang komunikasi masyarakat sekaligus mendukung koordinasi penanganan darurat.
Ketersediaan BBM juga menjadi bagian dari perhatian dalam rapat koordinasi. Pasokan energi dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan, distribusi bantuan, pelayanan masyarakat hingga proses pemulihan di wilayah terdampak.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan dan jembatan turut menjadi prioritas. Akses transportasi yang terganggu dapat menghambat distribusi bantuan menuju masyarakat, sehingga pemulihannya perlu dilakukan secepat mungkin.
Untuk mendukung penanganan, posko bantuan di Labuan Bajo dan Maumere turut diaktifkan. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu selama masa tanggap darurat.
“TNI bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak secara terpadu. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat, percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta membantu memulihkan kondisi wilayah terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” tegasnya.
Amrizal menekankan, penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan dan koordinasi lintas sektor. Setiap unsur diminta bergerak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dengan mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak.
Dengan demikian, penanganan gempa Flores tidak berhenti pada pengiriman bantuan darurat. Pemulihan berbagai layanan dasar dan infrastruktur menjadi bagian penting agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan wilayah terdampak secara bertahap keluar dari kondisi darurat. (Bhn)






