Baru Mendarat, Bos Kriminal Asal Inggris Dibekuk Imigrasi di Bandara Ngurah Rai

Petugas Imigrasi Ngurah Rai bersama aparat kepolisian mengamankan WN Inggris berinisial SL di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (28/3/2026). SL diduga merupakan bos organisasi kriminal internasional. (Balihotnews/Ist)
Petugas Imigrasi Ngurah Rai bersama aparat kepolisian mengamankan WN Inggris berinisial SL di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (28/3/2026). SL diduga merupakan bos organisasi kriminal internasional. (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | BADUNG — Baru saja menginjakkan kaki di Pulau Dewata, pelarian seorang gembong kejahatan lintas negara asal Inggris berinisial SL (45) seketika terhenti. Pria yang masuk dalam daftar buronan Red Notice Interpol tersebut langsung dibekuk oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sesaat setelah pesawatnya mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (28/3/2026).

​Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menjelaskan bahwa SL diamankan di area kedatangan internasional. Pelaku diketahui baru saja turun dari penerbangan dengan rute Singapura menuju Denpasar.

​Berdasarkan pertukaran data intelijen, SL bukanlah pelaku kriminal biasa. Ia disinyalir sebagai pimpinan puncak sebuah organisasi kejahatan internasional yang sangat terorganisasi.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

​”Jaringannya beroperasi secara global, di mana SL bertindak sebagai dalang yang mengendalikan operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang (money laundering),” ungkap Bugie.

​Menyikapi penangkapan strategis ini, Bugie melontarkan peringatan keras kepada sindikat kejahatan lintas negara. Ia menegaskan bahwa Pulau Dewata tertutup rapat dan bukan surga bagi para pelarian hukum.

​”Kami tegaskan, Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan internasional. Penangkapan SL adalah bukti nyata ketajaman insting petugas di lapangan serta keandalan sistem kami yang terintegrasi langsung dengan basis data DPO Interpol,” tegasnya.

​Setelah proses pengamanan dan pemeriksaan awal di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), SL langsung diserahterimakan kepada Kepolisian Resor (Polres) Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Langkah ini dilakukan untuk kelanjutan proses penanganan hukum sesuai dengan protokol penyerahan buronan internasional.

Berita Terkait:  Kuta Selatan Mati Air Sepekan, BEM Unud Sentil Janji Politik Bupati Badung Adi Arnawa

​Keberhasilan pencegatan di pintu masuk negara ini mendapat sorotan positif dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia mengapresiasi integritas dan kesigapan petugas di garis depan.

​”Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan keimigrasian di wilayah Bali berjalan sangat efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara. Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di sini,” ujar Felucia.

​Ia memastikan bahwa seluruh unit kerja imigrasi di wilayah Bali akan terus meningkatkan kewaspadaan. Pemanfaatan teknologi canggih seperti pengenalan wajah (face recognition), integrasi data biometrik, serta kerja sama intelijen internasional akan terus dioptimalkan.

​Langkah proaktif dan koordinasi solid antara Imigrasi, Kepolisian, dan Interpol ini menjadi jaminan bahwa Bali tetap menjadi destinasi pariwisata yang aman, sekaligus benteng kokoh dari ancaman infiltrasi kriminalitas global.***(dre)

Berita Terkait:  Kejanggalan Penahanan Eks Kepala BPN Bali Diungkap di Sidang, Polda: Kita Jawab Besok

Berita Terkini