Bonsai Nusa Penida, Kecil Ukuran Besar Cuan

Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka pameran bonsai di Taman Gema Santi, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (13/8/2025). (balihotnews/ist)
Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka pameran bonsai di Taman Gema Santi, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (13/8/2025). (balihotnews/ist)

Balihotnews.com | KLUNGKUNG – Pameran bonsai di Nusa Penida tak hanya menjadi ajang unjuk karya seni, tetapi juga dinilai berpotensi besar meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka pameran bonsai di Taman Gema Santi, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (13/8/2025).

Kegiatan yang digelar Komunitas Pecinta Bonsai Nusa Penida ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Selain sebagai hiburan, pameran ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, khususnya pepohonan.

“Saya sangat mengapresiasi karena telah digelarnya kegiatan ini. Pohon bonsai merupakan karya yang digemari dan menjanjikan karena nilai estetika dan memiliki citarasa seni yang tinggi serta menjanjikan bagi para perajinnya. Bonsai juga mempunyai nilai ekonomi tinggi yang bernilai rupiah. Hal ini tentu menjadi peluang yang baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Saya harap dengan adanya perajin-perajin bonsai lokal yang karyanya banyak diminati, kesejahteraan ekonomi perajin bonsai akan semakin tumbuh membaik,” ujar Bupati Satria.

Berita Terkait:  Tidak dapat Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Pt Credit Saison Indonesia Finance

Ketua panitia pameran, Kadek Sugiarta, menambahkan bahwa acara bertema Harmony Bonsai Nusa Penida 2025 ini menghadirkan 135 pohon bonsai. Koleksi tersebut terdiri dari tanaman endemik Nusa Penida seperti santigi, anting putri, sancang, beringin, waru, sianci, serut, dan asoka. Pameran berlangsung sejak 9 hingga 17 Agustus 2025.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin terselenggara dan ada dukungan dari pemerintah setempat, karena kami memiliki keterbatasan dana untuk melakukan kegiatan, baik penghijauan maupun bakti sosial,” kata Sugiarta.

Pameran bonsai ini diharapkan tidak hanya menginspirasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat identitas Nusa Penida sebagai daerah dengan kekayaan hayati yang unik dan bernilai jual tinggi. (dir)

Berita Terkait:  Bupati Klungkung Resmikan Pembangunan Co.Lab Brew di RSUD Klungkung

Berita Terkini