Balihotnews.com | DENPASAR – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali bersama Kepolisian Daerah (Polda) Bali memperkuat langkah penanganan terhadap praktik money changer tidak berizin yang berpotensi merugikan wisatawan dan mencoreng citra pariwisata Bali.
Dalam kegiatan sosialisasi online yang diikuti lebih dari 200 peserta dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, asosiasi pariwisata, Bali Hotel Association (BHA), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali, hingga perwakilan desa adat, masyarakat diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri money changer berizin serta mekanisme penindakan terhadap yang tidak berizin.
Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Henry Nosih Saturwa, menegaskan perlunya sinergi lintas otoritas dan pelaku usaha untuk menjaga ketertiban usaha penukaran valuta asing.
“Keberadaan money changer berizin sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata Bali dengan melindungi wisatawan dari risiko penipuan, praktik pencucian uang, maupun peredaran uang palsu,” ujarnya.
Perwakilan dari Polda Bali, I Gede Ari Suryawan, juga menekankan pentingnya penegakan hukum.
“Money changer tidak berizin tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga dapat mencoreng citra pariwisata Bali di mata dunia,” tegasnya.
Sejauh ini, BI mencatat 68 money changer ilegal telah dilaporkan melalui kanal BI Patrol di tautan bit.ly/BI_Patrol. Seluruh laporan tersebut ditindaklanjuti bersama Polda Bali.
Adapun ciri money changer resmi antara lain:
- Memasang logo resmi KUPVA berizin dari BI.
- Memajang sertifikat izin usaha dari BI.
- Mencantumkan nama PT penyelenggara.
- Memiliki identitas pegawai jelas.
- Meminta identitas pelanggan (KTP/paspor) sesuai ketentuan APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme).
Sebagai upaya edukasi lebih luas, BI juga meluncurkan situs moneychangerbali.com yang berisi daftar money changer resmi di Bali.
Ke depan, BI bersama Polda Bali, desa adat, dan asosiasi pariwisata berkomitmen menjaga ekosistem money changer berizin untuk melindungi wisatawan asing dan memperkuat citra positif Bali di mata dunia. (red)







