BEM Unud Kawal Bali Hijau, Dukung Larangan AMDK Mini

BEM Universitas Udayana saat audensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Rabu (14/4/2025). (balihotnews/ian)

Balihotnews.com | DENPASAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) beraudiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, pada Rabu 16 April 2025. Dalam kesempatan tersebut BEM Unud menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster terkait dengan larangan produksi atau penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) di bawah 1 liter untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Ketua BEM Unud, I Wayan Arma Surya Darmaputra, mengatakan pihaknya sangat mendukung penuh kebijakan dari gubernur Bali Wayan Koster dalam melestarikan lingkungan hidup terutama untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

“Saya sangat mendukung program ini untuk mengurangi sampah plastik kita di Bali. Ini solusi konkret untuk Bali yang mana masalah sampah sudah jadi isu sejak lama,” ujar Arma.

Berita Terkait:  Luhut Soroti Potensi Kolaborasi Kampus dan Industri Indonesia-China

Arma, mewakili teman-temannya di BEM Unud, mengapresiasi kebijakan Koster. Arma berharap pelarangan AMDK plastik di bawah 1 liter mampu memberikan dampak yang positif serta bisa dilaksanakan dalam jangka panjang.

“Seperti sebelumnya kebijakan pembatasan tas kresek yang awalnya banyak dikeluhkan, ternyata seiring berjalannya waktu jadi terbiasa,” jelas Arma.

“Jadi saya mewakili teman-teman BEM Udayana mengapresiasi kebijakan Pak Gubernur,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Wayan Koster mengaku sangat senang dengan anak-anak muda itu karena telah mengapresiasi kebijakan yang diambilnya tersebut.

“Generasi muda saya lihat banyak yang mendukung kebijakan ini. Kebijakan ini juga sudah diakui pemerintah pusat dan sudah banyak diterapkan di luar negeri,” jelas Gubernur dua periode ini.

Berita Terkait:  Peradah Bali Usul Pemecah Antrean Pos Kesehatan dan Dedak Aparat Tindak Tegas Penimbun BBM

Lebih lanjut, kata Koster, kalau dibiarkan terus tanpa kebijakan konkret, maka lama- lama pariwisata Bali dianggap tidak nyaman bagi wisatawan dunia.

“Kalau Bali bersih dari sampah plastik ‘kan cantik. Naik kelas (pariwisatanya,red) dia. Anak anak muda senang, wisman juga melihat kebijakan ramah lingkungan kita makanya naik terus kunjungannya,” tuturnya.

Koster menyebut pemerintah pusat justru mendorong untuk memperkuat kebijakan ini sekaligus mengubah perilaku masyarakat.

“Saya bahkan didorong pemerintah pusat untuk bertahan pada kebijakan ini sekaligus mengubah perilaku masyarakat minum air. Bisa gunakan tumbler, atau tempat air lain dan pelopornya Bali untuk kebijakan ini,” tambah Koster.

Selain masalah sampah plastik, BEM Udayana dalam kesempatan tersebut menyerahkan sejumlah kajian yang banyak fokus pada budaya, adat dan lingkungan, dengan pandangan umum culture for tourism.

Berita Terkait:  Kejati Bali Dalami Keterlibatan pihak ASABRI Kasus kondotel Rp100 Miliar 

Selain itu ada juga kajian-kajian yang menyoroti tentang makin minimnya penggunaan arsitektur khas Bali dalam bangunan dan rumah.

Terkait sejumlah hal tersebut Gubernur Koster mempersilakan kalangan mahasiswa untuk menyoroti dan melakukan kajian yang mendalam dan untuk selanjutnya diadakan uji publik.

“Kalau mahasiswa yang bersuara tentu saja murni tanpa kepentingan,” pungkas Gubernur Koster. (ian)

Berita Terkini