Balihotnews.com | BADUNG – Komitmen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan melalui Program CSR “Injourney Airports Alam Lestari”.
Program ini meliputi penanaman 30.000 pohon endemik Bali seperti cempaka kuning, cempaka putih, nagasari, dan sandat. Agenda tersebut menjadi bagian dari Program Satu Juta Pohon Injourney Airports sekaligus memperingati Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap 21 November.
Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia-Injourney Airports, Adi Nugroho menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat peran ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Kami menjadikan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai bagian dari desa binaan Injourney Airports dengan tujuan yang sangat kuat. Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Desa Bongkasa Pertiwi, kami ingin bersama-sama meningkatkan potensi pariwisata desa ini. Karena semakin bertumbuhnya pariwisata daerah, akan berkorelasi positif juga terhadap pertumbuhan bandara,” ujarnya.
Program desa binaan tersebut juga disertai pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat dalam bidang hospitality.
“Program pengembangan yang kami lakukan ini berupa pelatihan hospitality dan pemahaman terhadap perbedaan budaya. Mengingat demografi wisatawan yang datang ke Bali sangat beragam dengan latar belakang yang sangat beragam juga, sehingga diperlukan pembinaan kompetensi untuk memperkuat komunikasi, interaksi, dan pondasi layanan kepada wisatawan,” kata Adi.
Selaras dengan pelestarian lingkungan, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menyampaikan kontribusi ekologis program ini.
“Selain berfungsi sebagai ruang hijau, 30.000 pohon yang kami tanam di beberapa titik strategis Kabupaten Badung merupakan kontribusi penting terhadap konservasi ekosistem daratan dan upaya mitigasi dampak perubahan iklim khususnya di Pulau Bali,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui penetapan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai desa binaan bandara.
“Pada hari ini, kami juga melakukan peresmian dan penetapan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai desa binaan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai langkah percepatan pengembangan dan pembinaan desa wisata. Pemilihan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai desa binaan didasarkan pada sejumlah pertimbangan, terutama dilihat dari besarnya potensi UMKM dan wisata yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” lanjut Syaugi.
Dengan program penghijauan dan penguatan masyarakat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta kesejahteraan warga setempat.
“Kami ingin memastikan bahwa kontribusi kami tidak berhenti pada pelayanan penerbangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat Bali,” pungkasnya. (red).





