Balihotnews.com | JAKARTA – Suasana Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mendadak meriah saat band Antrabez menggebrak panggung Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025. Grup musik yang beranggotakan warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan ini menampilkan penampilan yang penuh semangat serta pesan mendalam, sehingga sukses memukau penonton dan mencuri perhatian publik.
Antrabez, singkatan dari Anak Terali Besi, membawa tema kehidupan dan penebusan lewat lagu-lagu yang menggugah emosi. Musik mereka menjadi bukti nyata bahwa di balik jeruji besi, kreativitas dan harapan tetap tumbuh subur.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pemerintah dalam mendukung kreativitas warga binaan. “IPPAFest adalah wujud nyata pemberian kesempatan berkarya dan persiapan reintegrasi sosial,” tegasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, hadir langsung memberikan dukungan penuh kepada para personel Antrabez. Kehadirannya menjadi simbol komitmen kuat dalam membina bakat serta potensi para warga binaan secara humanis.
Menariknya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan, tampil mengenakan kaos bertuliskan “Antrabez” sebagai bentuk dukungan penuh. Gaya kasualnya itu sontak menjadi sorotan, menambah semarak suasana dan menunjukkan penghargaan tinggi terhadap karya seni warga binaan.
IPPAFest 2025 bukan sekadar festival seni biasa, melainkan ruang ekspresi dan pengakuan atas karya para narapidana dari seluruh Indonesia. Penampilan Antrabez menjadi simbol bahwa seni bisa menjadi jembatan perubahan dan penguatan semangat rehabilitasi. (dir)






