Bali Fashion Tendance 2026 Dorong Busana Lokal Bali Tembus Pasar Global

Bali Fashion Tendance 2026 resmi digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu malam (20/12/2025). (balihotnews/istimewa)
Bali Fashion Tendance 2026 resmi digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu malam (20/12/2025). (balihotnews/istimewa)

Balihotnews.com | DENPASAR – Bali Fashion Tendance 2026 resmi digelar di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu malam (20/12/2025). Ajang mode ini menjadi ruang kolaborasi desainer dari berbagai daerah di Indonesia untuk mendorong industri fashion lokal naik kelas dan berorientasi global.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya perwakilan Kementerian Perdagangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, unsur Forkopimda Provinsi Bali dan Kota Denpasar, anggota DPD RI Dapil Bali Arya Wedakarna, serta civitas akademika ISI Bali.

Ketua BPD APPMI Bali, Tjok Abi, mengatakan Bali Fashion Tendance 2026 dirancang lebih inklusif dengan melibatkan desainer dari berbagai daerah, tidak hanya dari Bali. Ajang ini mengusung tema besar Pradha Svargi yang dimaknai sebagai masa keemasan industri fashion di masa depan.

Berita Terkait:  Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika 

“Kita memulai dengan Bali Fashion Tendance 2026. Kita menghadirkan koleksi lokal yang mendunia. Kita optimis bahwa industri fashion Indonesia umumnya dan Bali khususnya suatu saat akan mengalami masa kejayaan di dunia, sebab sumber daya lokal Bali dan Indonesia sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, Bali Fashion Tendance ke depan diyakini akan menjadi perhatian dunia mode nasional maupun internasional.

Pada edisi 2026 ini, karya para desainer mengusung konsep keberlanjutan, inovasi material, serta kekayaan budaya lokal Bali yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Seluruh busana yang ditampilkan merupakan produk lokal, menggunakan bahan tenun organik berbasis sumber daya setempat dengan dukungan teknologi modern.

Lebih dari 30 desainer dan model dari Bali maupun luar Bali menampilkan karya dengan karakter kontemporer, mengglobal, namun tetap berakar pada nilai lokal dan alam natural.

Berita Terkait:  Peradah Bali Usul Pemecah Antrean Pos Kesehatan dan Dedak Aparat Tindak Tegas Penimbun BBM

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, menilai Bali Fashion Tendance 2026 bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga wadah edukasi dan kolaborasi lintas industri.

“Apalagi kalau Bali Fashion Tendance ini menghadirkan perpaduan unik antara kekayaan budaya lokal dan sentuhan tren global. Bahkan, Bali sendiri tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas industri mode,” katanya.

Ia menegaskan industri mode Indonesia, termasuk Bali, harus terus bergerak ke level yang lebih tinggi dan tidak berhenti pada pola lama. Bali Fashion Tendance diharapkan menjadi strategi promosi berkelanjutan agar busana Bali dan Indonesia semakin diminati pasar nasional maupun internasional.

Berita Terkait:  Pesona Lemukih Eco Village Jadi Ruang Belajar Alam Sispala Wira Satya Mandala

Selain memperkuat posisi Bali sebagai pusat mode berbasis budaya, ajang ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam industri fashion yang ramah lingkungan, memberdayakan pengrajin lokal, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. (red)

Berita Terkini