Atasi Macet Horor, Pemkab Badung Kebut Proyek Jalan Lingkar Selatan

Kolase foto rencana peta pembangunan Jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Badung. (Balihotnews/Ist)
Kolase foto rencana peta pembangunan Jalan Lingkar Selatan di Kabupaten Badung. (Balihotnews/Ist)

Balihotnews.com | Badung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bergerak cepat mengatasi masalah kemacetan yang semakin parah di kawasan pariwisata. Pembangunan infrastruktur Jalan Lingkar Selatan (JLS) kini menjadi prioritas utama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, sebagai solusi jangka panjang mobilitas di Badung Selatan.

​Adi Arnawa menegaskan, tingginya kunjungan wisatawan ke Bali harus diimbangi dengan daya dukung infrastruktur yang memadai. Menurutnya, JLS bukan sekadar pengurai macet, tapi kunci konektivitas pariwisata.

​”Kemacetan kini hampir terjadi di seluruh wilayah Badung, khususnya kawasan destinasi wisata. Ini dampak tingginya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi kapasitas jalan,” ujar Adi Arnawa dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

​Kebut Pembebasan Lahan

​Sebagai langkah konkret, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung telah menggelar sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS. Fase ini meliputi ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran.

Berita Terkait:  Mutasi Besar Polri: Kapolri Tunjuk Brigjen Pasma Royce Jadi Kapolda Bali

​Sosialisasi yang digelar di Kantor Camat Kuta Selatan, Rabu (21/1/2026), menjadi sinyal serius pemerintah. Jika pembebasan lahan tuntas, pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada periode 2026–2027.

​Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra menjelaskan, respons pemilik lahan sangat positif. Mayoritas lahan di rute tersebut dimiliki oleh Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang mendukung penuh proyek strategis ini.

​”Tahun 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan. Secara umum mereka setuju dan telah menandatangani surat pernyataan persetujuan rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” jelas Teddy.

​Target Pembayaran April

​Dinas PUPR akan segera melakukan setting out ulang lahan mulai pekan depan, menyisir rute dari Pedati hingga Jimbaran. Proses akan berlanjut ke pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan penilaian aset (appraisal).

Berita Terkait:  Dukung Kelancaran Distribusi BBM, Pemprov Bali Terapkan WFH Tiga Hari, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

​”Sesuai arahan pimpinan, pembayaran ganti untung kepada masyarakat ditargetkan tuntas pada April. Dengan begitu, pembangunan fisik tidak akan terhambat,” tegas Teddy.

​Trase final JLS ini akan membentang sepanjang kurang lebih 12 kilometer, menghubungkan kawasan Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera.

​Siapkan Jalur Tembus Unud

​Menariknya, Pemkab Badung tidak hanya mengandalkan satu jalur keluar. Bupati Adi Arnawa telah menyiapkan skenario alternatif agar JLS tidak memindahkan kemacetan ke titik lain, seperti Simpang Kali.

​Jalan Raya Karang Mas Sejahtera memang direncanakan sebagai salah satu titik keluar. Namun, akan dibangun pula jalan baru dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu yang tembus langsung ke Jalan Kampus Universitas Udayana (Unud).

Berita Terkait:  Gubernur Koster Terima Pamit Daniel Adityajaya, Apresiasi Soliditas Pemprov Bali dan Polda Bali

​”Kalau seluruh arus diarahkan ke Simpang Kali, kemacetan baru bisa terjadi. Karena itu, akan kami tembuskan ke Jalan Kampus Udayana,” pungkas Teddy.

​Kehadiran JLS diharapkan tak hanya memecah kepadatan lalu lintas di Jimbaran dan GWK, tetapi juga membuka akses desa wisata baru serta mendongkrak ekonomi lokal Badung Selatan.*** (dre)

Berita Terkini