Balihotnews.com | DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, ANTRABEZ menghadirkan karya spesial berjudul “Bali Menyepi”, sebuah lagu yang lahir dari perenungan, keheningan, dan relasi manusia dengan semesta. Dirilis tepat sebelum Nyepi, lagu ini bukan sekadar karya musik, melainkan sebuah persembahan reflektif untuk Bali sebagai ruang spiritual yang sejenak dibebaskan dari hiruk-pikuk dunia.
“Bali Menyepi” menangkap momen langka ketika alam kembali bernapas tanpa beban ego manusia. Lewat lirik-lirik yang jujur dan kontemplatif, ANTRABEZ menggambarkan kontras antara dunia yang “tersiksa oleh ego” dan Bali yang menemukan kembali kesunyian sucinya. Kalimat seperti “Hari ini Bali ku bernafas bebas tanpa polusi mu” menjadi simbol pelepasan, baik dari kebisingan fisik maupun batin.
Nuansa lagu ini berjalan pelan namun dalam, menghadirkan ruang untuk merenung. Repetisi kalimat “Bali ku menyepi, Bali ku sendiri” bukan dimaknai sebagai kesepian, melainkan sebagai bentuk kemandirian spiritual sebagai sebuah kondisi ketika alam dan manusia saling mengamati dalam diam.
ANTRABEZ juga meresapi nilai utama Nyepi melalui empat prinsip Catur Brata Penyepian yang tersurat dalam lirik: Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan, Amati Lelungan sebagai sebuah ajakan untuk berhenti, mengamati, dan kembali menyelaraskan diri dengan semesta.
Pada bagian akhir, lagu ini berubah menjadi doa visual dan emosional: Bali yang “merekah anggun”, malam yang “berkilau bintang” dan kerinduan akan kasih cinta semesta. Sebuah pengingat bahwa dalam keheningan, selalu ada harapan dan keindahan yang lahir kembali.
Dengan “Bali Menyepi”, ANTRABEZ mengajak pendengar untuk tidak hanya mendengarkan musik, tetapi juga mengalami keheningan, merayakan Nyepi sebagai ruang refleksi, dan memaknai kembali hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Lagu “Bali Menyepi” akan dirilis di seluruh platform digital menjelang Hari Raya Nyepi, tanggal 13 Maret 2026. Sebagai soundtrack sunyi bagi Bali dan siapa pun yang ingin belajar diam sejenak di tengah dunia yang terus berisik.
Lirik “BALI MENYEPI”
Di saat dunia tersiksa
Ego manusia
Terjera menua lelah
Harumnya dosa
Hari ini
Bali ku
Bernafas bebas tanpa polusi mu
Hari ini
Tersenyum bali ku
Merindu Kasih cintanya
Semesta
Bali ku menyepi
Bali ku sendiri
Amati geni
Amati karya
Amati lelanguan
Amati lelungan
Hari ini
Bali ku
Merekah anggun Malam Berkilau bintang
Hari ini
Tersenyum bali ku
Merindu Kasih cintanya
Semesta
Bali ku menyepi
Bali ku sendiri
Amati geni
Amati karya
Amati lelanguan
Amati lelungan (red).





