Balihotnews.com | DENPASAR – Pimpinan wilayah organisasi kepemudaan di Bali menyampaikan ucapan Natal dan Tahun Baru sekaligus mengajak masyarakat menjadikan perayaan tersebut sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menyampaikan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Natal dan Tahun Baru. Ia berharap perayaan ini membawa dampak positif bagi kehidupan sosial yang rukun dan damai.
“Kami mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada saudara-saudara sebangsa dan setanah air kami yang merayakan. Semoga momen ini membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga dunia,” ujar Tommy.
Tommy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa bersama agar Indonesia mampu melewati berbagai ujian, terutama bencana alam yang terjadi belakangan ini.
“Tak lupa, harapanya bersama-sama kita berdoa agar Indonesia bisa melewati cobaan bencana alam yang terjadi belakangan ini,” katanya.
Komitmen Jaga Kerukunan
Ia menegaskan, umat Muslim di Indonesia memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan. Sikap saling menghormati perayaan hari besar keagamaan, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama sebagai bangsa.
“Saya berkeyakinan umat Muslim Indonesia selalu harmonis dengan perayaan hari keagamaan apa pun. Menjaga keharmonisan dan kebersamaan adalah tugas dan kewajiban kita semua sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bali, Muhammad Pramudya Rahardjo. Ia mengajak pemuda dan umat Muslim menjadikan Natal sebagai momentum memperkokoh persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman.
“Kami mengajak seluruh pemuda dan umat Muslim untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa,” ujarnya.
Pramudya menegaskan, ajaran Islam menekankan nilai kedamaian dan kasih sayang yang sejalan dengan Pancasila serta jaminan kebebasan beribadah dalam konstitusi.
“Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, nilai ini sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia, serta amanat UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) yang menjamin kebebasan setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya,” jelas Pramudya.
Dalam konteks tersebut, IMM Bali mengimbau pemuda dan umat Muslim menjaga ketenangan dan ketertiban sosial, menghormati perayaan keagamaan tanpa mengurangi keteguhan akidah, serta menolak provokasi, ujaran kebencian, dan politisasi identitas.
“Pemuda Muslim diharapkan tampil sebagai teladan dalam menjaga harmoni, dengan mengedepankan akhlak mulia, dialog, dan tanggung jawab kebangsaan,” tegasnya.
Kedua organisasi berharap perayaan Natal dan Tahun Baru dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali dan Indonesia. (red)





