Balihotnews.com | TABANAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, kembali turun ke akar rumput guna memastikan kesejahteraan masyarakat tersentuh secara merata.
Melalui program unggulan ‘Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi’, Srikandi Tabanan yang akrab disapa Bunda Rai ini menggelar roadshow di Kecamatan Kerambitan dan Penebel, Rabu (6/5/2026).
Aksi kali ini tidak sekadar menyerahkan paket bantuan sembako, tetapi juga menyasar perbaikan kualitas hidup warga melalui aksi bedah kamar bagi penyandang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung bedah kamar milik Nyoman Sukarya di Banjar Lebah, Desa Tista, Kecamatan Kerambitan. Bunda Rai menegaskan, kehadiran jajaran PKK merupakan representasi kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga.
”Kami hadir untuk memberikan perhatian dan sedikit bantuan. Jangan dilihat besarannya, tetapi ini adalah bentuk kasih sayang agar bapak dan ibu tetap bersemangat. Ini jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujar istri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tersebut.
Usai dari kediaman warga, Bunda Rai bergeser ke Wantilan Desa Tista untuk menyerahkan bantuan kepada 75 penerima manfaat. Sasaran bantuan meliputi ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), lansia, penyandang disabilitas, balita gizi kurang, hingga penderita kanker.
Tak berhenti di Kerambitan, aksi sosial berlanjut ke Kantor Desa Buruan, Kecamatan Penebel. Di sini, sebanyak 90 warga rentan menerima bantuan serupa, ditambah alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tripod, alat bantu dengar, hingga walker.
Selain bantuan fisik, Bunda Rai juga membawa misi edukasi lingkungan melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas). Ia mengajak para ibu rumah tangga untuk mulai disiplin memilah sampah dari sumbernya, yakni dapur rumah.
Untuk mendukung hal itu, diserahkan 150 alat lubang biopori kepada masing-masing kecamatan. Harapannya, sampah organik dapur bisa diolah menjadi pupuk di lingkungan sendiri.
”Masalah sampah bisa menjadi bencana jika tidak ada sinergi masyarakat dan pemerintah. Mari kita atasi dari sumbernya. Sampah dapur masuk biopori, sampah daur ulang bawa ke bank sampah desa,” tegasnya memberikan edukasi.
Ia juga menekankan pentingnya program ‘Aku Hatinya PKK’ untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Halaman rumah diminta dimanfaatkan untuk menanam kebutuhan dapur agar pengeluaran rumah tangga bisa ditekan.
Terkait kesehatan, Bunda Rai menyosialisasikan transformasi Posyandu 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal). Kini, Posyandu tidak hanya soal timbang badan anak, tapi juga mencakup bidang sosial, pendidikan, hingga perlindungan masyarakat.
Ketua TP PKK Kerambitan, Ratmini Supraja, dan Ketua TP PKK Penebel, Asri Manik, mengapresiasi langkah nyata ini. Menurut mereka, kehadiran Bunda Rai menjadi pemacu semangat bagi kader PKK di desa untuk lebih giat menjalankan fungsi pengabdian.
Hadir mendampingi dalam aksi maraton tersebut, Sekretaris I TP PKK Tabanan Ny Budiasih Dirga, jajaran OPD terkait mulai dari Dinas PMD, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan serta para perbekel setempat.







