Teh Ong Khas Bali Dioptimalkan Sebagai Minuman Probiotik

Foto: Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar) mengembangkan Teh Ong, minuman tradisional khas Bali, menjadi produk probiotik sehat dan bernilai jual tinggi. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | DENPASAR – Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar) mengembangkan Teh Ong, minuman tradisional khas Bali, menjadi produk probiotik sehat dan bernilai jual tinggi, dalam upaya meningkatkan potensi produk lokal.

Proyek ini dipimpin oleh Ir. Wayan Sudiarta, M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengabdian.

Teh Ong dikenal dengan cita rasa unik dan manfaat kesehatan yang berpotensi besar. Namun, produksi dan pemasarannya hingga saat ini masih terbatas.

“Kami melihat adanya peluang untuk mengoptimalkan Teh Ong dengan mengembangkan proses fermentasi yang dapat meningkatkan kualitasnya sebagai minuman probiotik,” kata Sudiarta, saat dikonfirmasi, Senin, 11 Agustus 2025.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SMK Taruna Warmadewa dengan melibatkan mereka dalam proses produksi, pemasaran, dan pengembangan produk. Melalui pelatihan dan pendampingan, siswa akan mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang kewirausahaan dan inovasi produk.

Berita Terkait:  Buat Kamu yang Punya Jiwa Bisnis tapi Maunya Jualan Kalau Lagi Mood, 5 Ide Usaha Ini Cocok untuk Kamu

“Dengan melibatkan siswa, kami tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mengedukasi mereka tentang pentingnya kesehatan pencernaan dan manfaat minuman probiotik,” tambahnya.

Program ini juga memberikan wawasan kepada siswa utk memiliki jiwa berwiraswasta, melalui creativepreneur club yg akan menjadi pioner dalam pengembangan produk unggulan sekolah dan bisa dijual menjadi produk siswa.

“Produk dan beberapa produk lain yang dilatih akan dijual dan diproduksi disekolah, menjadi produk unggulan sekolah,” paparnya

Sudiarta menjelaskan bahwa proses pengembangan ini selaras dengan tren kesehatan yang semakin meningkat di kalangan masyarakat.

“Konsumen kini lebih sadar akan pentingnya kesehatan, dan kami ingin Teh Ong menjadi pilihan minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga baik untuk kesehatan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Proteksi Petani Lokal, Gubernur Koster Stop Peredaran Beras Impor Targetkan 100 Persen Sawah Organik

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan Teh Ong kepada generasi muda. Dengan dukungan dari berbagai mitra, termasuk industri pariwisata dan ahli gizi, diharapkan Teh Ong dapat menjadi produk unggulan yang meningkatkan daya saing Bali di pasar minuman kesehatan.

“Harapan besar disematkan pada pengembangan Teh Ong ini, yang diyakini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada dunia,” pungkasnya. (red).

Berita Terkini