Balihotnews.com | JEMBRANA – Evakuasi mayat tanpa identitas dilakukan Prajurit Pos TNI AL (Posal) Muncar dibawah Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi dari jajaran Koarmada II di kawasan Tapak Guwo Anjir, Perairan Sembulungan, Muncar, Banyuwangi, Minggu, 6 Juli 2025.
Selain Prajurit TNI AL, evakuasi juga dilakukan bersama unsur TNI-Polri serta dibantu nelayan dan masyarakat setempat.
Mayat tersebut diduga merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, yang berhasil ditemukan.
Penemuan berawal dari laporan nelayan yang melihat adanya sosok terapung di sekitar lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., segera memerintahkan prajurit Posal Muncar untuk melaksanakan evakuasi.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan speed boat menuju Pelabuhan Muncar. Selanjutnya, jenazah dibawa dengan mobil siaga milik Posal Muncar ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polri.
Danlanal Banyuwangi dalam keterangannya menyampaikan bahwa TNI AL akan terus berupaya maksimal membantu pencarian dan evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya.
“Sinergi antara TNI-Polri dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana ini. Kami juga menghimbau kepada masyarakat nelayan, apabila menemukan tanda-tanda korban, segera melaporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Danlanal Banyuwangi.
Pelaksanaan SAR terhadap korban kecelakaan laut ini selaras dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat segala informasi yang diterima.
“Kami harapkan kehadiran TNI AL dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat,” pungkasnya. (red).





