Balihotnews.com | KEROBOKAN – Lebih dari seribu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Islam berkumpul di halaman Masjid At-Taubah, Jumat (6/6/2025), untuk melaksanakan Sholat Ied dan mengikuti pemotongan hewan kurban yang telah disiapkan.
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan Sholat Ied yang dipimpin oleh Ust. H. Anwar Hidayat, M.Pd.I dari Kementerian Agama Kabupaten Badung. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Kurban Sebagai Perwujudan Taqwa dan Kepedulian Sosial,” yang mengajak para WBP merenungi makna pengorbanan dalam kehidupan, termasuk di dalam Lapas.
Sebanyak 1.089 WBP terlihat mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Usai Sholat Ied, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan 4 ekor sapi dan 19 ekor kambing di halaman Masjid At-Taubah. Hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari Bupati Badung, mitra yayasan, dan petugas Lapas.
Pemotongan hewan berlangsung sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan, dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan Badung, Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Badung. Kepala Pusat Strategi Kebijakan, Jamaruli Manihuruk, turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan.
“Idul Adha bukan sekadar tentang berkurban, tetapi tentang menanamkan keikhlasan, mempererat kebersamaan, dan membangun semangat berbagi di dalam setiap jiwa, termasuk di balik tembok Lapas,” ujar Kalapas Kerobokan, Hudi Ismono, yang menyambut kedatangan Jamaruli bersama jajaran pejabat struktural Lapas.
Lapas Kerobokan juga menyiapkan 100 kupon daging kurban yang akan dibagikan kepada warga sekitar dan keluarga warga binaan. Sementara itu, sebagian besar daging akan dimasak langsung di dapur Lapas untuk dikonsumsi oleh para WBP.
Sebagai bentuk pelaksanaan pengamanan sesuai Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan, Lapas juga bersinergi dengan Polres Badung demi menjamin kelancaran ibadah Idul Adha.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah dalam pemenuhan hak beribadah dan pembinaan kerohanian bagi warga binaan, sekaligus menumbuhkan nilai sosial dan spiritual yang esensial meski berada di balik jeruji besi. (dir)





