Balihotnews.com | Denpasar – Dinas Kesehatan Provinsi Bali (Dinkes Bali) bakal menggandeng desa adat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kasus demam berdarah dengue (DBD).
“Kegiatan pencegahan dan penanggulangan kasus DBD tentunya sangat melibatkan partisipasi masyarakat, salah satunya bekerjasama dengan desa adat,” ucap Kepala Dinkes Bali I Nyoman Gede Anom, Senin (28/4/2025).
Gede Anom menambahkan, Dinkes Bali juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat maupun masyarakat adat untuk menyampaikan pesan-pesan terkait pencegahan DBD.
“Seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, dan tindakan pencegahan tambahan lainnya) dapat disampaikan secara lebih persuasif dan relevan dengan konteks lokal.
“Keterlibatan aktif masyarakat adat merupakan salah satu kunci keberhasilan pencegahan DBD,” terang Gede Anom.
Di sisi lain, Gede Anom mengatakan Dinkes Bali mencatat 5.071 kasus DBD hingga pertengahan triwulan I tahun 2025 dan menyebabkan sepuluh orang meninggal dunia.
“Kasus DBD terbanyak yaitu di Kabupaten Buleleng, sebanyak 1.033 kasus pada triwulan I,” tandas Gede Anom. (dir)





