Lantik Ratusan Prajurit, Pangdam Udayana: Seragam Prajurit bukan Sekadar Kebanggaan, tapi Amanah

Pangdam Udayana Piek Budyakto saat memimpin Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu.

Balihotnews.com l DENPASAR- Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan seragam dan pangkat yang dikenakan seorang prajurit TNI Angkatan Darat bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Pangdam Udayana Piek Budyakto saat memimpin Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Chandradimuka Dodiklatpur Rindam IX/Udayana, Pulaki, Singaraja, Rabu.

Dalam amanatnya, Pangdam mengucapkan selamat kepada seluruh Tamtama Siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan setelah menjalani berbagai tahapan pembentukan selama kurang lebih dua bulan.

Menurut Pangdam, keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Namun, kelulusan tersebut bukan menjadi akhir dari proses pembentukan prajurit, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.

“Keberhasilan ini tidak diperoleh dengan mudah. Selama mengikuti pendidikan, para siswa telah menghadapi berbagai tantangan dan tempaan, baik dalam pembentukan sikap dan mental, peningkatan kemampuan jasmani, penguasaan pengetahuan militer maupun kemampuan dasar keprajuritan,” ujar Piek.

Berita Terkait:  Kanwil DJP Bali Serahkan Tersangka Pidana di Bidang Perpajakan

Ia menegaskan, seluruh proses pendidikan dirancang untuk mengubah karakter masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD yang memiliki disiplin, loyalitas, jiwa korsa, keberanian, tanggung jawab dan profesionalisme.

Karena itu, Pangdam meminta para prajurit muda tidak berhenti belajar setelah meninggalkan lembaga pendidikan. Kemampuan yang telah diperoleh harus terus diasah dan dikembangkan sesuai tuntutan tugas di satuan masing-masing.

“Selalu pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan dalam setiap sikap, tindakan dan pengabdian,” katanya.

Pangdam juga mengingatkan para prajurit muda agar menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, menjunjung tinggi loyalitas serta menjaga kehormatan sebagai prajurit TNI AD.

Menurutnya, seorang prajurit harus mampu menjadi sosok yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam menjalankan tugas dan tetap dekat dengan rakyat.

Berita Terkait:  Penarikan Tiga Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali dari Pansus TRAP kembali Menjadi Sorotan

“Jadilah prajurit yang tangguh dalam menghadapi tantangan, teguh dalam memegang prinsip, profesional dalam melaksanakan tugas dan selalu hadir untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pesannya.

Selama mengikuti pendidikan, para siswa menjalani penilaian melalui Tri Pola Dasar Pendidikan yang mencakup berbagai aspek pembentukan keprajuritan.

Berdasarkan hasil penilaian lembaga pendidikan, predikat terbaik pada Tri Pola Dasar Pendidikan, sikap dan perilaku serta pengetahuan dan keterampilan diraih Prajurit Dua Imanuel Hawu Rohi Lay. Sementara predikat terbaik pada aspek jasmani diraih Prajurit Dua Komang Suryanata.

Penutupan pendidikan turut diwarnai atraksi beladiri militer, keterampilan Sparko dan halang rintang yang diperagakan para prajurit muda. Atraksi tersebut menjadi gambaran hasil tempaan selama pendidikan sekaligus kesiapan dasar mereka sebelum bertugas di satuan masing-masing.

Berita Terkait:  Sertijab Kabiddokkes Polda Bali, Kombespol Komang Tresna Resmi Gantikan Kombespol Komang Nurada

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan berakhirnya pendidikan tidak berarti berakhirnya proses pembentukan seorang prajurit.

“Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk prajurit yang disiplin, profesional dan berkarakter. Kami berharap para prajurit muda mampu menerapkan ilmu dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh,” ujarnya.

Ia berharap para prajurit tersebut mampu menjaga kehormatan TNI AD serta hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Penutupan pendidikan turut dihadiri Kasdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, para Dan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Buleleng, Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana serta para orang tua prajurit. (Bhn)

Berita Terkini