Sinergis Kolaborasi Trio Gubernur di tengah Gempa Bumi Flores

Gubernur Koster bersama di gubernur NTT (tengah) dan Gubernur NTB berada di lokasi gempa Flores

Balihotnews.com l DENPASAR- Konsep “Trio Gubernur Bali-Nusra” merujuk pada inisiatif kerja sama regional strategis antara tiga kepala daerah, yaitu Gubernur Bali (Wayan Koster), Gubernur Nusa Tenggara Barat (Lalu Muhamad Iqbal), dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (Emanuel Melkiades Laka Lena). Ditengah gempa bumi Flores, ketiganya hadir saling menguatkan dan membantu masyarakat dalam pemulihan pasca bencana ini. Hal sebagai bukti bahwa kesepakatan untuk melebur sekat birokrasi dan membangun kawasan Sunda Kecil sebagai “Segitiga Pertumbuhan Baru” (Golden Triangle) di wilayah Indonesia Timur, menjadi kenyataan.

Konsep yang telah diresmikan melalu penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional lintas sektor awal tahun 2026. Kerangka utama pembangunan daerah berbasis integrasi ini difokuskan pada pemanfaatan potensi wilayah yang saling melengkapi (komplementer), yang dijabarkan ke dalam beberapa sektor prioritas berikut:

Berita Terkait:  Gubernur Koster Serahkan Bantuan Sosial Pendidikan Siswa Yatim Piatu dan Kurang Mampu

1. Pariwisata Integratif (Superhub Pariwisata)Kawasan Bali-Nusra diposisikan sebagai superhub pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Konsep ini tidak lagi menempatkan NTB dan NTT sebagai pesaing Bali, melainkan sebagai satu paket destinasi. Wisatawan yang datang ke Bali diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi unggulan tetangga, seperti Sirkuit Mandalika di NTB atau Labuan Bajo di NTT

.2. Konektivitas dan Transportasi AntarwilayahUntuk mendukung integrasi pariwisata dan rantai pasok ekonomi, ketiga gubernur berfokus pada penguatan infrastruktur transportasi udara, darat, dan laut. Konektivitas yang lancar memastikan mobilitas wisatawan dan distribusi logistik antar-pulau dapat berjalan lebih cepat dan efisien

Berita Terkait:  Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” Sasar Tiga Lokasi di Kabupaten Karangasem 

.3. Aglomerasi Ekonomi dan Rantai PasokKonsep ini membangun satu kesatuan ekonomi di mana tiap daerah saling menyokong kebutuhan komoditas pangan dan tenaga kerja. Sebagai contoh, hasil pertanian, produk peternakan, dan pasokan logistik dari wilayah NTT dan NTB dapat disalurkan secara terarah untuk mendukung industri perhotelan dan pariwisata masif yang ada di Bali serta Labuan Bajo.

4. Transisi Energi TerbarukanKetiga provinsi memiliki komitmen bersama untuk mengembangkan potensi energi bersih lokal. Kerja sama ini memfasilitasi transfer teknologi dan pembangunan infrastruktur hijau ramah lingkungan demi menjaga ekosistem alam berkelanjutan di sepanjang koridor Bali, NTB, dan NTT

.5. Penataan Ruang Berbasis Kelestarian Budaya dan LingkunganPembangunan kawasan Golden Triangle ini dikawal ketat oleh regulasi tata ruang yang sinkron antarwilayah. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi tidak merusak kearifan lokal, adat, dan daya dukung lingkungan masing-masing daerah yang menjadi daya tarik utama kawasan Sunda Kecil. (Bhn)

Berita Terkait:  Mengawal Rp 2,15 Triliun Uang Rakyat di APBD Tabanan 2027

Berita Terkini