Balihotnews.com l DENPASAR – Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengambil langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program penanaman bawang putih secara masif. Penanaman yang dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si.
Istimewanya, penanaman yang mendukung Program Swasembada Pangan Nasional ini dihadiri oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. dan jajaran forkopimda ini dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 dan tersebar di enam wilayah hukum Polres di bawah naungan Polda Bali.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. Saat ini, impor bawang putih mendominasi hingga 90-95% kebutuhan produksi domestik, yang hanya berkisar antara 39-40 ribu ton per tahun.
Angka ini jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun, di mana hampir seluruh kekurangannya dipasok dari China.
Sebagai mitra strategis di lapangan, Polri melalui Bhabinkamtibmas dan Satgas Ketahanan Pangan turut serta mengawal percepatan penanaman bawang putih ini. Tujuannya adalah untuk menjaga komitmen swasembada pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung menanam bibit bawang putih bersama Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lahan pertanian Kelompok Susbal Kumba, Banjar Kelodan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Rabu, 19 Agustus 2026.
Aksi ini menjadi bagian dari dukungan Bali terhadap gerakan penanaman bawang putih serentak yang diinisiasi Kepolisian RI untuk memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan penanaman di Gianyar dilaksanakan bersamaan dengan gerakan penanaman bawang putih yang dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan diikuti Koster beserta jajarannya melalui sambungan Zoom. Koster bersama Kapolda Bali dan OPD terkait secara simbolis menanam bibit bawang putih di lahan seluas 30 are yang dikelola kelompok tani setempat. “Bagus sekali aksi ini. Saya tentu mendukung,” kata Koster.
Menurut Koster, penguatan produksi bawang putih memiliki arti penting bagi Bali, mengingat komoditas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam upaya mewujudkan swasembada pangan daerah. Dukungan ini menjadi bagian dari langkah Bali memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi komoditas strategis, agar kebutuhan masyarakat semakin banyak dipenuhi dari hasil pertanian dalam negeri.
Gerakan penanaman bawang putih serentak ini digelar Polri secara nasional di lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di 17 wilayah Kepolisian Daerah (Polda), sebagai bagian dari strategi memperkuat produksi bawang putih dari sektor hulu hingga hilir. Gerakan yang berpusat di Sembalun, Lombok Timur, ini bahkan mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Penanaman Bawang Putih secara Serentak di Lahan Terluas”.
Secara nasional, penanaman serentak tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih. Polri turut mengidentifikasi potensi pengembangan lahan bawang putih hingga 2.593,1 hektare di 17 Polda. Khusus di Sembalun, luas pertanaman melonjak drastis dari sekitar 15 hektare pada 2025 menjadi 534 hektare tahun ini.
Program ini tidak hanya diarahkan pada perluasan lahan tanam, tetapi juga membangun ekosistem produksi bawang putih secara menyeluruh, mulai dari pengembangan varietas bibit unggul, penyaluran bantuan sarana pertanian seperti traktor dan pompa air tenaga surya, hingga pembangunan gudang pascapanen berkapasitas 300 ton senilai sekitar Rp1,4 miliar. Hasil panen nantinya akan diserap Bulog untuk menjaga stabilitas harga sekaligus dimanfaatkan kembali sebagai benih.
Gerakan nasional ini turut dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Kapolri menegaskan pengembangan bawang putih dalam negeri merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo Subianto memerintahkan hal yang sama, ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” kata Sigit.
Keterlibatan langsung Koster dalam gerakan ini menunjukkan komitmen Bali turut ambil bagian dalam program strategis nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan petani lokal demi mendukung ketahanan pangan di Bali.
Dalam pelaksanaannya, program ini memanfaatkan lahan masyarakat seluas total 0,71 Hektare (7.100 m²). Program ini melibatkan 92 petani dari berbagai kelompok tani (Poktan) dengan total bibit yang digunakan sebanyak 710 kilogram jenis Sanggah Sembalun, yang seluruhnya diperoleh dari swadaya masyarakat. Dari total luasan tersebut, Polri memproyeksikan potensi panen mencapai 7,1 ton (7.100 kilogram). (bhn)






