Pemprov Bali Gandeng Telkomsel Dorong Digitalisasi Numerasi Berbasis AI

Peluncuran ekosistem pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk “AI for Education” di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/8).

*Perkuat Kompetensi Guru dan Siswa, Telkomsel Integrasikan Metode GASING dan Teknologi AI for Education.

Balihotnews.com l DENPASAR- Telkomsel resmi memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, serta para pemangku kepentingan pendidikan setempat.

Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui peluncuran ekosistem pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk “AI for Education” di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (14/8).

Inisiatif digitalisasi ini dirancang untuk memperkuat kapabilitas numerasi guru dan siswa di Bali. Program ini memandang numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan fondasi penting untuk berpikir logis, bernalar, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia terkait penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, serta pendidikan inklusif.

Peluncuran program ini juga diselaraskan dengan momentum hari jadi Provinsi Bali. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan bahwa acara yang semula direncanakan pekan depan diubah menyesuaikan hari ulang tahun Bali sebagai momentum menyatukan dua ajang besar.

Berita Terkait:  Wagub Giri Prasta Dorong “Samasta Raksa Bali”, Perkuat Kolaborasi Penanganan Kebakaran dan Penyelamatan

Nugroho menjelaskan bahwa keputusan memilih Bali sebagai lokasi pilot project didasari oleh kuatnya fondasi pendidikan dan kemampuan dasar numerasi masyarakatnya yang berada di atas rata-rata nasional. Keberhasilan uji coba sebelumnya di Kabupaten Bangli, yang mencatatkan kenaikan skor numerasi tenaga pengajar dari 20 menjadi 80, menjadi pijakan mendasar untuk memperluas program ke 8 kabupaten/kota lainnya di Bali.

“Numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, melainkan fondasi penting untuk berpikir logis, bernalar, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil. Dari Bali, mari bersama membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar,” ujar Nugroho.

Ia menambahkan, hasil dari pilot project di Bali ini nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada awal tahun 2026 untuk dikembangkan menjadi program nasional, sejalan dengan visi membina kecerdasan bangsa demi Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait:  Atasi Kelangkaan BBM, Gubernur Koster Panggil Pertamina dan Hiswana Migas

Ekosistem pembelajaran digital hulu-ke-hilir ini mengintegrasikan metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) dari Gasing Academy untuk peningkatan kompetensi pendidik. Selanjutnya, proses belajar siswa diperkuat melalui Sacred Octagon—sebuah platform berbasis permainan (game-based) yang didukung AI untuk latihan matematika secara interaktif.

Untuk melengkapi prosesnya, platform SkulPintar disiapkan guna mendukung pembelajaran dan asesmen secara efisien. Seluruh pelaksanaan akan dipantau berbasis data sebagai bahan evaluasi berkelanjutan.

Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., menyambut positif perpaduan teknologi dan metode pengajaran ini dengan menekankan pentingnya peran guru di lapangan.

“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik. Melalui GASING, matematika kami hadirkan secara sederhana, bertahap, dan menyenangkan. Ketika guru semakin percaya diri mengajar dan anak tidak lagi takut mencoba, di situlah proses belajar mulai membawa perubahan,” tutur Yohanes.

Meskipun mengusung konsep AI for Education, Telkomsel dan para mitra menegaskan bahwa AI tidak hadir untuk menggantikan peran pendidik, melainkan sebagai alat bantu (tool) agar pengajaran dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa tanpa menghilangkan empati dan ikatan emosional guru.

Berita Terkait:  Serahkan Tali Kasih ke Umat Khonghucu, Bupati Satria Perkokoh Kerukunan Umat lewat "Satria Peduli"

Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa program ini sangat sejalan dengan visi daerah dalam mencetak SDM Bali Unggul yang adaptif dan terbiasa bekerja berbasis data.

“Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program ini di Bali, dan kami siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali,” ujar Koster.

Sebelumnya, perluasan akses numerasi digital ini juga telah didukung melalui kerja sama Telkomsel dengan INA AI berupa Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U.

Melalui sinergi ini, Telkomsel mempertegas perannya tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai penggerak utama perbaikan kualitas pendidikan nasional. (Bhn)

Berita Terkini