Gandeng ITB Jadi Mitra Strategis, Gubernur Koster Siap Wujudkan SDM Bali Unggul dan Bali Mandiri Energi Bersih

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., saat acara 5th International Conference on Digital Humanities 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Sabtu, 18 Juli 2026. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | BANDUNG –  Gubernur Bali Wayan Koster menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mitra strategis oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul serta realisasi program Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih.

Langkah strategis ini mempertemukan keunggulan inovasi teknologi dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam bingkai Haluan Pembangunan Bali Era Baru 2025–2125: Pembangunan yang Memuliakan Alam.

“Saya hadir di Institut Teknologi Bandung hari ini bukan hanya untuk memaparkan apa yang telah kami lakukan di Bali, saya hadir untuk mengajak kerja sama. ITB adalah mitra strategis dalam pembangunan SDM Bali unggul yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kokoh berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Bali,” ajak Gubernur Koster menjadi keynote speaker pada 5th International Conference on Digital Humanities 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat, Sabtu, 18 Juli 2026.

Konferensi internasional bertema AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), etika digital, serta masa depan geowisata di tengah pesatnya transformasi teknologi.

Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis energi bersih dari hulu hingga hilir guna melestarikan alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Visi besar tersebut dipadukan secara harmonis dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang memosisikan alam dan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Berita Terkait:  Mendiktisaintek Minta Kampus se-Indonesia Tak Ciptakan Banyak Prodi Baru 

Arah kebijakan jangka panjang ini telah diperkuat melalui payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Regulasi tersebut memuat Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali serta peta jalan penerapan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Implementasi ini mencakup target pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan sebesar 1.550 MW hingga tahun 2031, demi memperkuat pasokan menuju kapasitas listrik sekitar 3.000 MW di Pulau Dewata.

Sebagai langkah taktis percepatan transisi energi, Pemprov Bali juga telah menggulirkan berbagai kebijakan pendukung ekosistem hijau. Di antaranya adalah penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) melalui Pergub Nomor 48 Tahun 2019, percepatan pemanfaatan PLTS Atap melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 5 Tahun 2022, serta perluasan infrastruktur pengisian daya listrik KBLBB yang diatur lewat SE Gubernur Nomor 17 Tahun 2024. Melalui serangkaian regulasi ini, Bali kini tengah giat membangun ekosistem elektrifikasi transportasi, penyediaan stasiun pengisian daya, dan pemanfaatan energi surya.

Gubernur Koster memaparkan, sinergi antara Pemprov Bali dan ITB sejatinya telah berjalan secara konkret sejak Pergub Bali Energi Bersih disahkan. Sebanyak 11 peneliti dari ITB langsung terjun ke Bali untuk melakukan riset mendalam mengenai potensi sumber energi bersih. Hasil riset tersebut kini diberdayakan secara langsung demi memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri dan berkelanjutan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

Selain sektor energi, kolaborasi strategis ini menyasar sektor pendidikan dan penguatan SDM. Dalam kebijakan Pembangunan Bali 2025–2030, Pemprov Bali bersama ITB telah memetakan program peningkatan kemampuan siswa SMA di Bali, khususnya di bidang ilmu-ilmu dasar (basic sciences).

Di hadapan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa ITB, Gubernur Koster juga menyampaikan tiga ajakan strategis. Pertama, ia mengajak civitas akademika menjadikan Bali sebagai laboratorium riset hidup. Bali menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara eksplisit menetapkan dalam kebijakan resminya bahwa kemajuan teknologi digital harus memperkuat adat, tradisi, seni, budaya, serta kearifan lokal.

Sebagai bukti konkret perpaduan teknologi dan budaya, Koster memaparkan inovasi papan ketik (keyboard) aksara Bali penuh tanpa huruf Latin. Inovasi teknologi digital berbasis budaya Hana Caraka ini sukses diimplementasikan pada anak-anak sekolah, yang terbukti mampu mengoperasikannya secara terampil tanpa ketergantungan pada aksara Latin. Menurutnya, aksara Bali akhirnya meninggi teknologi digitalnya, menjadi wahana menyesuaikan kearifan lokal Bali.

Ajakan kedua adalah meminta bantuan ITB dan para peneliti dari berbagai negara untuk membangun talenta digital Bali yang berakar kuat pada kebudayaan. Generasi muda Bali atau yowana dituntut menguasai kecerdasan buatan (AI), analisis data, dan inovasi digital tanpa kehilangan jati diri sebagai krama Bali. Pemprov Bali secara terbuka mengundang akademisi ITB untuk memberikan asistensi dalam menyusun kebijakan kepemudaan ini.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

Sementara itu, ajakan ketiga menitikberatkan pada pesan universal kepada dunia bahwa digitalisasi bukan sekadar mendigitalisasi budaya, melainkan menjadikan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal sebagai kompas utama pengarah perkembangan teknologi itu sendiri.

Menutup pemaparannya, Gubernur Koster mengingatkan bahwa masa depan bukan hanya milik mereka yang menguasai teknologi, melainkan milik mereka yang mampu menjaga nilai kearifan lokal sebagai warisan adiluhung. Pertemuan inovasi digital dengan nilai budaya diharapkan melahirkan peradaban yang harmonis, bermartabat, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia.

Selain Gubernur Koster, konferensi tersebut turut menghadirkan Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai keynote speaker.

Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Koster menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pembangunan Bali yang mengintegrasikan transformasi digital dengan pelestarian budaya semakin mendapat perhatian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bali dinilai mampu menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan selaras dengan perlindungan budaya, lingkungan, dan identitas lokal. (red).

 

 

Berita Terkini