Oleh: dr. Ni Putu Melda Dharmahayu.
Balihotnews.com | DENPASAR – Kriminalitas berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan hal-hal yang bersifat kriminal, perbuatan yang melanggar hukum pidana atau dapat juga diartikan dengan kejahatan.
Berdasarkan data registrasi Kepolisian, jumlah kejahatan (crime total) di Indonesia pada tahun 2025/2025 adalah 561.993 kejadian dan crime rate 204 per 100.000 penduduk (Badan Pusat Sattistik, 2025).
Kriminalitas dan kesehatan mental sering dikaitkan satu sama lain, karena beberapa tindak kejahatan dilakukan oleh orang dengan gangguan psikologi seperti kleptomania (orang yang senang mencuri) atau pasien dengan schizophrenia yang berhalusinasi mendengar suara yang memintanya untuk melakukan tindakan criminal.
Dalam kajian psikologi forensik yang dirankum oleh Margareta (Dosen fakultas psikologi Universitas Airlangga). Beberapa pendekatan teoritis yang digunakan untuk mendeskripsikan kejahatan adalah krimonologi awal (Cesare-Lombroso) yang menyatakan bahwa kriminalitas adalah ciri yang diwariskan, teori psikoanalisa (Sigmound Freud) yang menyatakan kriminalitas terjadi karena ketidakseimbangan id, ego, dan superego yang membuat manusia lemah dan akhirnya berbuat jahat.
Terakhir adalah teori bioekologi-sosial yang menjelaskan bahwa kejahatan merupakan hasil dari kerusakan sistem dan struktur sosial.
Kontribusi Faktor Psikologis
Beberapa faktor psikologis yang berkontribusi terhadap tindakan kriminal antara lain gangguan kepribadian seperti depresi, kepribadian antisosial, yang dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang melakukan tindakan kriminal.
Kedua adalah trauma, menurut Institue of Justice, seseorang cenderung mengulangi tindakan kriminal jika mereka mengalami trauma berkepanjangan dan mengalami masalah emosional. (University of Texas Permian Basin, The Psychology of Criminal Behaviour: Understanding the Mind of Offender).
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Diri Sendiri
Sebagai seorang individu kita tentunya tidak luput dari kesalahan dan permasalahan. Menjaga Kesehatan mental diri sendiri penting untuk menjauhkan kita dari penyakit mental dan memberi kualitas hidup jangka Panjang yang baik serta jauh dari tendensi melakukan tindakan kriminal.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental, membangun lingkungan yang suportif, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama menjadi langkah penting dalam menciptakan kehidupan yang aman dan harmonis.
Waspada kepada lingkungan serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Pada akhirnya, kriminalitas bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan lingkungan sosial seseorang.
Dengan kesadaran bersama, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat.





