Waspada! Ini Bahayanya Menyimpan Makanan Panas di Kulkas

Ilustrasi kulkas, dan pintu kulkas. (balihotnews/dok.©shutterstock/Andrey Popov)

Balihotnews.com | DENPASAR – Menyimpan makanan di kulkas merupakan bagian tak terelakkan dari kegiatan memasak, baik sisa makanan, makanan mentah, maupun makanan yang sudah matang.

Namun, bagaimana dengan makanan panas? Apakah bisa menyimpan makanan panas di kulkas?

Hal ini karena banyak koki rumahan selalu membiarkan makanan dingin terlebih dahulu di meja dapur lantaran anggapan bahwa menyimpan makanan panas di kulkas tidak aman.

Tak heran, membiarkan makanan mendingin perlahan pada suhu ruangan merupakan praktik umum.

“Namun, hal ini tidak disarankan karena makanan tidak akan mendingin cukup cepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri,” kata Vanessa Coffman, Ph.D., Direktur Program di Stop Foodborne Illness, disadur dari Martha Stewart.

Coffman menjelaskan bakteri bawaan makanan dapat berlipat ganda jumlahnya setiap 20 menit ketika makanan dibiarkan pada suhu berbahaya, antara 4,4 dan 60 derajat Celsius.

Jadi, agar tetap aman, makanan harus mendingin hingga -6 derajat Celsius dalam dua jam, kemudian menjadi -15 derajat Celsius atau lebih rendah dalam empat jam berikutnya.

“Semakin cepat, semakin baik,” ucap Coffman.

Namun, kata Coffman, ini tergantung jenis makanan dan suhu di dapur, suhunya mungkin bisa mencapai 21 derajat Celsius dalam dua jam di atas meja.

“Mencapai suhu aman terakhir, yaitu 5 derajat Celsius, pada suhu ruangan, hampir mustahil, kecuali dapur berfungsi ganda sebagai kulkas walk-in,” ujarnya.

Berita Terkait:  SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Drone di Nuanu Creative City dan Café del Mar Bali, Uji Inovasi di Ekosistem Nyata

Meski demikian, menyimpan makanan panas di kulkas tidak disarankan.

Lantas, bagaimana cara menyimpan makanan panas dengan benar di kulkas?

Mengapa tidak boleh menyimpan makanan panas di kulkas? 

Menyimpan makanan panas di kulkas dapat menimbulkan risiko keamanan karena makanan mungkin tidak dingin secara merata di dalam wadah.

Jika ini terjadi, bakteri penyebab penyakit dapat tumbuh dan berkembang biak di bagian makanan yang lebih hangat sehingga berpotensi membuat kamu jatuh sakit saat memakannya.

Demikian pula, porsi besar makanan panas dapat meningkatkan suhu kulkas sehingga membuat makanan lain tidak aman.

Cara aman menyimpan makanan panas di kulkas

Sebelum memasukkan makanan panas ke kulkas, kamu perlu mendinginkannya dengan cepat menggunakan metode yang aman.

Berikut cara aman menyimpan makanan panas di kulkas menurut para ahli keamanan pangan:

Membagi makanan menjadi porsi lebih kecil

Salah satu pendekatannya adalah membagi makanan ke dalam beberapa wadah yang lebih kecil.

“Membagi makanan menjadi porsi lebih kecil akan meningkatkan luas permukaan makanan sehingga panas dapat dilepaskan ke area di sekitarnya lebih cepat,” jelas Bryan Quoc Le, Ph.D., ilmuwan pangan, konsultan pangan, dan penulis 150 Food Science Questions Answered. 

Volume yang lebih kecil juga berarti makanan tidak akan terisolasi baik sehingga bagian tengah setiap wadah akan mendingin lebih cepat.

Berita Terkait:  KMHDI: Keadilan tak boleh Menunggu Viral, Selamat Datang Kapolri Suyudi Ario Seto

“Ini menjaga makanan tetap aman karena lebih cepat keluar dari zona bahaya,” kata Le.

Untuk hasil terbaik, Coffman menyarankan menggunakan wadah logam atau kaca daripada plastik.

“Logam menghantarkan panas lebih baik daripada plastik, yang dapat membuat proses pendinginan lebih efektif,” imbuhnya.

“Sementara itu, kaca tahan panas dan tidak berisiko mikroplastik meresap ke dalam makanan,” tambah Le.

Dinginkan makanan dalam air es

Selanjutnya, cara aman menyimpan makanan panas di kulkas adalah dinginkan makanan dalam air es.

Kamu juga dapat menempatkan makanan panas dalam air es sebelum menyimpannya di kulkas.

Ini akan menurunkan suhu makanan secara signifikan, membantunya bergerak cepat melewati zona bahaya suhu.

Berikut cara melakukannya, menurut Coffman: 

  1. Isi wastafel bersih atau panci besar dengan air es. Gunakan air secukupnya hingga mencapai sisi wadah makanan, tetapi jangan sampai tumpah.
  2. Letakkan wadah makanan panas di wastafel atau panci.
  3. Aduk makanan sesering mungkin.
  4. Gunakan termometer makanan bersih untuk memeriksa suhu internal makanan. Suhu internal makanan akan mendingin hingga 21 derajat Celsius dalam dua jam. Kamu mungkin perlu menambahkan air dingin dan es.
  5. Setelah makanan mencapai suhu 21 derajat Celcius, pindahkan ke kulkas untuk menyelesaikan pendinginan hingga 4 derajat Celsius atau kurang.
Berita Terkait:  Simak Cara Promosi Penjualan Makanan yang Efektif dan Pasti Laku, Strategi Tepat Sasaran!

Penting dicatat, metode ini lebih efektif pada beberapa makanan dibandingkan yang lain.

“Misalnya, potongan daging dalam wadah tidak dapat menghantarkan panas sebaik kuah cair yang sepenuhnya menempel pada wadah sehingga menghantarkan panas lebih baik melalui dinding wadah,” ujar Le.

Menggunakan cara lain

Menurut Coffman, untuk sup, semur, atau cairan lainnya, dapat menambahkan es untuk membantu menurunkan suhu dengan aman dan cepat.

“Kamu juga dapat mengaduk makanan sesering mungkin untuk melepaskan panas yang terperangkap,” tambahnya.

Bisakah menyimpan makanan panas di freezer?

Kamu mungkin tergoda memasukkan makanan panas langsung ke freezer agar cepat dingin, tetapi hal ini tidak disarankan.

“Praktik ini dapat meningkatkan suhu di dalam freezer, menyebabkan makanan beku di dekatnya mencair,” jelas Coffman.

Berapa lama boleh menyimpan makanan tanpa pendingin?

Jika makanan yang sudah dimasak harus disimpan pada suhu ruangan karena alasan apa pun, jangan pernah menyimpannya lebih dari dua jam.

Ini adalah waktu maksimum makanan dapat disimpan di zona suhu berbahaya.

Jangka waktu ini dipersingkat menjadi satu jam pada hari-hari panas, yaitu 32 derajat Celsius, menurut para ahli di Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). (ani)

Berita Terkini