Panduan dan Tips Berwisata di Pura Tirta Empul, Liburanmu Terasa Menyenangkan! 

Ritual melukat di Pura Tirta Empul, yang kini jadi agenda kegiatan wisatawan. (balihotnews/dok.torch)

Balihotnews.com | GIANYAR – Jika kamu sedang mencari destinasi wisata menarik di Bali, kamu bisa berkunjung ke Pura Tirta Empul, salah satu objek wisata andalan di Pulau Dewata, Bali.

Bukan hanya pemandangan dan lokasinya yang menarik, melainkan kisah sejarah yang panjang serta menyimpan pesona budaya dan arsitektur yang memukau.

Mulai dari keindahan kolam suci, bangunan kuno yang memesona, hingga aura mistis yang menyelimutinya,

Dijamin kamu akan dimanjakan dengan pengalaman tak terlupakan.

Berikut panduan berwisata di Pura Tirta Empul:

Daya Tarik Tirta Empul

Salah satu daya tarik utama di Tirta Empul adalah keberadaan tiga bagian Pura yaitu, Jaba Pura (halaman depan), Jaba Tengah (halaman tengah), dan Jeroan (halaman dalam).

Untuk kolam dengan pancuran airnya dapat kamu temui di Jaba Tengah yang terdiri dari 2 kolam dan 30 pancuran.

Di sinilah kamu bisa menikmati ritual melukat atau memandikan diri dengan air suci sambil bersemedi.

Tak heran, Tirta Empul juga kerap dijadikan tempat upacara keagamaan oleh umat Hindu.

Berita Terkait:  Sayang Dilewatkan saat Liburan di Pantai Pandawa Bali, 7 Aktivitas Seru yang Bisa Kamu Lakukan 

Selain kolam suci, Tirta Empul juga menampilkan kompleks bangunan kuno yang begitu menawan.

Kamu akan dimanjakan dengan pahatan batu yang indah serta arsitektur khasnya yang memesona.

Selain itu, kamu juga akan menjumpai sebuah vila di atas bukitnya yang dinamakan Istana Tampaksiring.

Vila ini dulunya digunakan sebagai tempat berkunjung Presiden Sukarno. Namun, sekarang vila tersebut dialihfungsikan menjadi tempat beristirahatnya tamu-tamu kenegaraan.

Lokasi dan Akses Menuju Tirta Empul

Pura Tirta Empul ini berada di Desa Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk mencapai Tirta Empul,

Kamu harus melalui jalur darat sekitar 43 km atau sekitar 1 setengah jam durasi perjalanan dari Kota Denpasar.

Sedangkan jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai, Sobat torch perlu menempuh jarak sekitar 52 km atau antara 1-2 jam perjalanan.

Untuk rutenya sendiri, kamu dapat melalui Jalan Bypass Ngurah Rai menuju ke Jalan Prof. Dr. Ida Bagus.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Buka Musda XV ASITA Bali, Proyeksikan Kunjungan Wisman Tembus 7,2 Juta pada 2026

Kemudian kamu hanya perlu mengikuti Jalan tersebut menuju ke Jalan Raya Ketewel.

Setelah itu, ikuti saja jalan tersebut menuju ke Jalan Raya Sukawati.

Kamu tinggal lurus terus mengikuti jalan hingga sampai ke Jalan Raya Batuan dan belok ke kanan.

Dari sana, kamu lurus terus sepanjang 7 km, dan belok ke kanan menuju Jalan Raya Teges.

Setelah itu, kamu akan menjumpai perempatan dan belok ke kiri menuju Jalan Dr. Ir. Sukarno/Jalan Raya Tampaksiring.

Terus lurus hingga menemui palang pemberitahuan lokasi Pura Tirta Empul. Lokasi tujuanmu akan berada di sebelah kiri jalan.

Harga Tiket, Fasilitas, dan Jam Operasional Tirta Empul

Pura Tirta Empul dibuka untuk para peziarah dan wisatawan setiap hari mulai dari pukul 09.00-17.00 WITA.

Untuk masuk ke kawasan pura, kamu hanya perlu membayar tiket masuk.

Berikut adalah rincian biaya yang perlu kamu keluarkan ketika berwisata di Tirta Empul:

Tiket Masuk Dewasa: Rp30.000/orang

Tiket Masuk Anak-anak (5-11 tahun): Rp15.500/orang

Berita Terkait:  Tim III THK Awards akan Gelar Asesmen Hotel di Ubud

Sewa Loker: Rp20.000/loker

Tiket Parkir Mobil: Rp5.000/mobil

Tiket Parkir Motor: Rp2.000/motor

Harga tiket masuk ini sudah termasuk pinjaman kain sarung untuk menutupi bagian tubuh bawah sesuai dengan tata krama di pura.

Selain itu, Tirta Empul juga sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai seperti areal parkir, toilet, tempat penitipan barang serta beberapa lapak penjual cinderamata dan camilan.

Tips Berwisata di Tirta Empul

Untuk memastikan pengalaman wisata yang menyenangkan di Pura Tirta Empul, kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Gunakan pakaian yang sopan dengan mengenakan kain sarung untuk menutup tubuh bagian bawah. Baju tak berlengan masih diperbolehkan.
  • Bersihkan diri di kolam terlebih dahulu sebelum turun ke kolam suci dengan berendam sejenak di kolam pertama.
  • Jangan berenang atau mengambil foto di kolam suci utama.
  • Bersikap tenang dan khusyuk saat berada di area kolam.
  • Patuhi petunjuk petugas agar tidak mengganggu jalannya ritual. (ani)

 

Berita Terkini