Pesta Bola Usia Dini, Bali 7s 2026 Resmi Bergulir di Bali United Training Centre

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir (kedua kanan) bersama Yabes Tanuri, Pieter Tanuri, dan Indra Sjafri saat menghadiri turnamen sepak bola usia dini internasional Bali 7s 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Jumat (3/4/2026). (Balihotnews/red)
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir (kedua kanan) bersama Yabes Tanuri, Pieter Tanuri, dan Indra Sjafri saat menghadiri turnamen sepak bola usia dini internasional Bali 7s 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Jumat (3/4/2026). (Balihotnews/red)

Balihotnews.com | GIANYAR — Turnamen sepak bola usia dini berskala internasional, Bali 7s 2026, kembali bergulir dengan skala yang lebih masif di Bali United Training Center, Kawasan Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar.

Berlangsung sejak Kamis (2/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), ajang ini tidak hanya menjadi kawah candradimuka bagi 8.000 talenta muda dari tujuh negara, tetapi juga mengukuhkan posisi Bali sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) unggulan dunia.

​Tahun ini, antusiasme kepesertaan melonjak tajam. Sebanyak 500 tim yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda turut ambil bagian. Para pemain yang tersebar dalam berbagai kelompok usia—mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, kategori Pro, hingga Wanita—berkompetisi ketat di 39 lapangan pertandingan yang telah disiapkan.

Berita Terkait:  Kuta Selatan Mati Air Sepekan, BEM Unud Sentil Janji Politik Bupati Badung Adi Arnawa

​Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026 sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyoroti tren pertumbuhan signifikan turnamen ini. Pada edisi perdana di tahun 2024, turnamen ini diikuti 225 tim (3.150 peserta), lalu meningkat pada 2025 menjadi 389 tim (6.334 peserta dan ofisial).

​”Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia,” ungkap Yabes, Jumat (3/4/2026).

​Yabes menambahkan, pelaksanaan Bali 7s mendapat dukungan penuh dari para sponsor, PSSI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Visinya sejalan dengan misi pemerintah untuk membina pemain muda sebagai fondasi sepak bola nasional sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Berita Terkait:  Cegah Krisis Air Bali, Wamenpar Ni Luh Puspa Tanam 12.500 Bambu di Lempuyang

​Dampak ekonomi tersebut tergambar nyata dari konsep festival keluarga yang diusung panitia. Bali 7s 2026 turut menghadirkan 42 tenant makanan dan minuman yang memberdayakan pelaku UMKM lokal, menjadikan ajang ini sebuah perayaan olahraga sekaligus hiburan yang ramah bagi seluruh keluarga.

​Apresiasi Pemerintah dan PSSI

​Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s yang telah memasuki tahun ketiga ini. Menurutnya, ajang ini menjaga ruang bagi talenta muda untuk mewujudkan mimpi bermain di level profesional.

​”Di sini mereka bukan sekadar mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan lapangan hijau, tapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan serta persaudaraan lintas negara dan budaya,” tutur Erick.

Berita Terkait:  Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika 

​Erick meyakini bahwa Indonesia memiliki kapasitas penuh untuk menjadi tuan rumah kegiatan olahraga usia dini yang berkualitas dan berskala internasional.

​”Kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif. Kami mendukung penuh Bali 7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi wisata olahraga Tanah Air,” pungkasnya.*** (dre)

Berita Terkini