Balihotnews.com | MANGUPURA — Pemerintah Kabupaten Badung berkolaborasi dengan komunitas pelestari lingkungan, Sungai Watch, meluncurkan gerakan “Run For Rivers 2026” di Dermaga Ikan Kedonganan, Sabtu (28/3/2026).
Menggabungkan olahraga lari dan aksi nyata bersih-bersih lingkungan, inisiatif ini menjadi alarm pengingat sekaligus solusi nyata terhadap krisis sampah plastik yang mengancam ekosistem perairan Bali.
Pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, menuturkan bahwa gerakan ini lahir dari urgensi tingginya volume sampah darat yang bermuara ke laut. Lebih dari sekadar ajang lari rekreasi, Run For Rivers dirancang sebagai kampanye edukasi lingkungan yang melintasi berbagai wilayah strategis di Pulau Dewata.
”Peserta tidak hanya berlari, tetapi juga melakukan aksi bersih pantai di sepanjang rute, dengan Dermaga Kedonganan sebagai titik tolaknya. Kami berharap Run For Rivers 2026 menjadi pemantik gerakan berkelanjutan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga,” ujar Gary Bencheghib di sela-sela peluncuran acara.
Konsep unik yang mengawinkan gaya hidup sehat dan pelestarian alam ini mendapat respons positif dari pemerintah daerah setempat.
Hadir membuka acara mewakili Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, Made Agus Ariawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menata kembali kawasan hulu hingga hilir sungai.
”Gerakan lari ini memiliki nilai ganda. Tidak hanya mempromosikan kesehatan fisik, ini adalah kampanye masif untuk menyadarkan publik betapa krusialnya menjaga urat nadi kehidupan di Bali, yakni sungai dan laut kita,” kata Agus Ariawan.
Lebih lanjut, Agus menyoroti bahwa sungai-sungai di Bali saat ini tengah menghadapi tekanan ekologis yang berat. Pencemaran limbah domestik, sedimentasi, hingga rusaknya bentang alam menjadi tantangan yang tak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Permasalahan sampah plastik, secara khusus, dinilai berdampak fatal karena merusak ekosistem laut yang menjadi tulang punggung pariwisata Bali.
Sebagai bentuk mitigasi jangka panjang, Pemkab Badung mengklaim terus menggenjot berbagai program penanggulangan sampah. Langkah strategis tersebut meliputi pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis sumber, kampanye pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, hingga penguatan skema ekonomi sirkular yang memberi nilai ekonomis pada sampah daur ulang.
Melalui sinergi lintas sektor seperti Run For Rivers, Pemkab Badung berharap kepedulian masyarakat tidak berhenti pada acara seremonial semata. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai diharapkan dapat mengakar menjadi budaya harian demi mewariskan Bali yang bersih dan lestari bagi generasi mendatang.*** (dre)








