8 Kebiasaan Tak Sehat yang Bikin Berat Badan Naik saat Puasa Ramadan

Ilustrasi makanan tinggi gula yang dapat melonjakkan gula darah dan menghambat penurunan berat badan. (balihotnews/dok.Freepik/KamranAydinov)

Balihotnews.com | DENPASAR – Pola makan secara alami berubah saat puasa Ramadan.

Ini karena waktu makan relatif lebih pendek sehingga apa yang dikonsumsi seharusnya juga berkurang.

Perubahan pola makan ini sebenarnya bisa memberikan manfaat kontrol berat badan.

Orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dapat terbantu menurunkan berat badan saat puasa.

Hanya saja, beberapa kesalahan justru bikin orang mudah gemuk setelah Ramadan.

Melansir NDTV, berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan

Sajian takjil manis memang lekat dengan kebiasaan Ramadan di Indonesia.

Meski menggoda, minuman bergula tinggi memicu lonjakan insulin dan membuat lapar kembali datang cepat.

Ganti dengan air putih, infused water, atau teh tawar hangat.

Berita Terkait:  Ketua MPR RI Dorong Umat Hindu Semakin Mandiri: Ciri Umat yang Kuat adalah Dompetnya makin Tebal

Begitu pula dengan aneka jajanan bercita rasa manis.

2. Banyak makan gorengan

Gorengan, kue kering, dan karbohidrat olahan memang praktis, tapi minim nutrisi dan tinggi kalori kosong.

Utamakan makanan utuh.

Misalnya sayur, buah, lauk tanpa lemak, dan nasi merah atau penggantinya.

3. ‘Balas dendam’ saat buka puasa

Makan besar sekaligus setelah seharian lapar justru menciptakan surplus kalori.

Terapkan porsi terkontrol dengan gizi seimbang.

Tetap seimbangkan porsi protein, lemak sehat, dan serat.

Bukan kuantitas, tapi kualitas yang membuat kenyang tahan lama.

4. Dehidrasi

Rasa haus saat puasa tak boleh diabaikan.

Kekurangan cairan memperlambat metabolisme dan membuat tubuh mudah lemas.

Penuhi minimal 8 gelas air dari berbuka hingga sahur, jangan tunggu haus.

Berita Terkait:  Bawa 23 IKM ke Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Internasional

5. Begadang

Ramadan sering jadi ajang begadang tanpa tujuan jelas.

Hal ini perlu dihindari karena waktu tidur saat Ramadan secara alami memang sudah berkurang.

Kurang tidur mengganggu hormon ghrelin dan leptin, pemicu lapar berlebih esok harinya.

Atur jadwal istirahat dan manfaatkan waktu tidur siang.

6. Kebanyakan kopi dan teh manis

Ngabuburit identik dengan ngopi, tapi kafein berlebih di malam hari bikin sulit tidur dan meningkatkan kecemasan.

Batasi konsumsinya, apa lagi jika kopi dan teh ditambahkan gula atau pemanis lain.

7. Mengabaikan waktu sahur

Sahur bukan sekadar formalitas.

Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur sebagai cadangan energi.

Mengabaikan sahur membuat tubuh lebih kelaparan dan cenderung makan banyak saat berbuka.

Berita Terkait:  700 Peserta Hadiri Mahasabha XIII PHDI, Konsolidasi Organisasi hingga Estafet Kepemimpinan

8. Malas gerak

Menurunkan berat badan butuh pembakaran kalori, bukan sekadar menahan lapar.

Lakukan olahraga ringan menjelang berbuka atau setelah tarawih.

Kombinasi kardio dan latihan kekuatan membantu menjaga massa otot. (ani)

Berita Terkini