Balihotnews.com | DENPASAR – Pemandangan tak biasa mewarnai pelantikan pengurus Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali periode 2025–2027.
Bukan di gedung mewah atau hotel berbintang, mereka justru memilih Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sebagai lokasi pengambilan sumpah, pada Minggu (15/2/2026).
Langkah ini bukan sekadar gimik. Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyou, menegaskan pemilihan lokasi ini adalah simbol perlawanan sekaligus ‘alarm’ keras bagi semua pihak bahwa Bali sedang dalam kondisi darurat sampah.
”Kami ingin isu sampah tidak hanya berhenti pada wacana. Harus ada pengawalan nyata dari hulu hingga hilir agar masalah ini tidak terus berulang,” tegas Pitriyou di sela-sela tumpukan sampah yang menggunung.
KMHDI Bali menyoroti data yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, timbulan sampah harian di Pulau Dewata tercatat mencapai 3.400 ton per hari. Mirisnya, hanya sekitar 29 persen atau 916 ton yang berhasil dikelola.
Sisanya? Lebih dari 71 persen atau sekitar 2.500 ton sampah per hari belum terkelola dengan optimal.
”Jika persoalan ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga menghancurkan citra dan keberlanjutan pariwisata Bali,” ujar Pitriyou.
Menghadapi krisis ini, KMHDI Bali menyatakan kesiapannya menjadi mitra kritis strategis bagi pemerintah. Pitriyou memastikan organisasinya akan turun tangan langsung, mulai dari gerakan lingkungan, advokasi kebijakan, hingga sosialisasi regulasi sampah ke masyarakat.
Selain fokus pada krisis ekologis, kepengurusan baru ini juga membidik transformasi pendidikan berbasis karakter. Tujuannya, mencetak generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan menjunjung tinggi kelestarian alam Bali sesuai ajaran agama.
Susunan Pengurus PD KMHDI Bali 2025-2027
Berikut susunan inti pengurus PD KMHDI Bali yang resmi bertugas:
- Ketua: Pitriyou
- Sekretaris: Ni Putu Puspa Widyastiti
- Bendahara: Luh Putu Rian Mesiyani
Jajaran Kepala Biro:
- Organisasi: Ni Made Dwix Rahayu Satya Dewi
- Kaderisasi: I Gusti Agung Arya Dhanyananda
- Litbang: Ongen Lehalima
- Kajian Isu (Kajisu): I Kadek Agus Yudi Luliana
- Data & Informasi (DDI): Iwan Sosilo
- Sosial Masyarakat (Sosmas): Nengah Dwi Dharma






