Balihotnews.com | BADUNG – Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akhirnya bergerak. Bupati I Wayan Adi Arnawa melakukan perombakan besar-besaran dengan merotasi sejumlah Kepala Dinas (Kadis) dan ratusan pejabat lainnya dalam pelantikan yang digelar di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (11/2/2026).
Langkah ini menjadi “gebrakan” perdana Adi Arnawa dalam menata birokrasi sejak resmi menjabat sebagai Bupati pada Februari 2025 lalu.
Total sebanyak 234 pejabat diambil sumpahnya, mulai dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, hingga Pengawas.
Fokus utama dalam pelantikan ini tertuju pada pergeseran 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II/b). Beberapa nama yang selama ini memegang pos strategis kini mendapatkan mandat baru.
Berikut adalah daftar sejumlah Kepala Dinas dan pejabat setingkat yang mengalami rotasi:
- I Wayan Wijana: Bergeser dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Badung.
- Gde Eka Sudarwitha: Sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Sosial.
- AA. Ngurah Rai Yuda Darma: Meninggalkan pos Kepala Dinas Perhubungan untuk memimpin Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
- I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra: Mantan Kepala Dinas Kominfo ini kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
- I Made Agus Aryawan: Berpindah tugas dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Tak hanya di level pimpinan tinggi, penyegaran organisasi ini juga menyasar lapisan di bawahnya, mencakup 72 Pejabat Administrator (Eselon III), 78 Pejabat Pengawas (Eselon IV), serta 71 Pejabat Fungsional.
Usai melantik, Adi Arnawa langsung memberikan arahan tegas. Ia mengingatkan bahwa Badung adalah “wajah” pariwisata internasional Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN membuang jauh-jauh ego sektoral dan pola kerja lama yang kaku.
”Kita harus mulai mengubah paradigma lama. Reformasi birokrasi harus mengedepankan kinerja dan profesionalitas,” tegas bupati asal Desa Pecatu, Kuta Selatan tersebut.
Menurut Adi Arnawa, pelayanan publik di Badung tidak bisa lagi sekadar berjalan apa adanya. Standarnya harus setara dengan standar internasional karena publik yang dilayani mencakup wisatawan mancanegara.
”Pembangunan dan pelayanan publik hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh jajaran bekerja secara solid dan bersinergi. Saya berharap penyegaran ini mampu mendongkrak kinerja perangkat daerah,” imbuhnya.
Menutup arahannya, mantan Sekda Badung ini menjamin bahwa mutasi kali ini murni didasarkan pada daftar urut kepangkatan dan objektivitas. Ia berkomitmen membangun sistem karier yang fair dan transparan bagi seluruh ASN di Badung.
Bahkan, untuk pengisian jabatan strategis di masa depan, ia membuka peluang penerapan mekanisme lelang jabatan (bidding) dan manajemen talenta. “Saya ingin membangun sistem yang jelas dan terstruktur, sehingga jenjang karier ASN di Badung benar-benar transparan,” pungkasnya.
Adapun sebelum prosesi pelantikan, para pejabat yang beragama Hindu terlebih dahulu mengikuti upacara mejaya-jaya di Pura Lingga Bhuana, Puspem Badung, yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Cau. Turut hadir dalam acara tersebut Sekda Badung I B Surya Suamba dan Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa.*** (dre)








