Balihotnews.com | JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Kebijakan ini tertuang dalam dua surat telegram, yakni ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026, sebagai bagian dari langkah strategis Kapolri dalam penyegaran organisasi dan penguatan struktur komando.
Diantara nama-nama yang mendapat sorotan, Komisaris Besar Polisi I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si., mencatat lonjakan karier signifikan setelah dipercaya menduduki jabatan Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) pada Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri.
Posisi ini tergolong strategis karena memadukan fungsi operasional pengamanan wilayah perairan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Polri.
Sebelum bertugas di tingkat pusat, Sukawijaya dikenal publik Bali saat menjabat sebagai Kapolres Buleleng. Wilayah yang berada di ujung utara Pulau Dewata tersebut memiliki tantangan keamanan tersendiri, baik dari sisi geografis maupun dinamika sosial masyarakat.
Selama memimpin Polres Buleleng, Sukawijaya menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan kepemimpinan ini menjadi salah satu fondasi yang menguatkan rekam jejaknya di tubuh Polri.
Pengangkatan Sukawijaya sebagai Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri dinilai bukan sekadar rotasi rutin.
Penempatan ini mencerminkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinan dan pengalamannya dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah yang memiliki karakter perairan dan kepulauan.
Bagi Bali, kehadiran perwira dengan latar belakang kepolisian perairan memiliki arti strategis. Pulau Dewata menghadapi berbagai potensi tantangan maritim, mulai dari pengamanan wilayah laut hingga penegakan hukum lintas sektor. Penguasaan aspek operasional serta pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan krusial dalam menjawab tantangan tersebut.
Sebagai putra daerah asal Kabupaten Jembrana, perjalanan karier I Made Sukawijaya mencerminkan keberhasilan perwira Polri yang meniti jenjang dari satuan wilayah hingga posisi strategis di tingkat nasional.
Dengan pengalaman tersebut, publik Bali kini menaruh harapan besar agar suatu saat ia kembali mengabdi di daerah kelahiran, membawa bekal kepemimpinan nasional untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat Bali. (red).






