Bali Jadi yang Pertama di Asia Tenggara, Nuanu Hadirkan VR Michelin Dining Experience

Nuanu Cretive City hadirkan bersantap lewat VR Michelin pertama di Asia Tenggara, yang digelar di Luna Beach Club, Tabanan. (balihotnews/nuanu)
Nuanu Cretive City hadirkan bersantap lewat VR Michelin pertama di Asia Tenggara, yang digelar di Luna Beach Club, Tabanan. (balihotnews/nuanu)

Balihotnews.com | TABANAN – Nuanu Creative City menghadirkan gebrakan baru di dunia gastronomi Bali. Bekerja sama dengan EPIC NOW, Nuanu resmi meluncurkan pengalaman bersantap VR Michelin pertama di Asia Tenggara, yang digelar di Luna Beach Club, Tabanan. Konsep ini memadukan kuliner fine dining, teknologi virtual reality, dan storytelling visual dalam sebuah pengalaman santap yang imersif.

Perpaduan Gastronomi, Teknologi, dan Cerita Visual

Pengalaman bersantap ini dipimpin oleh chef Jepang peraih pengakuan Michelin, Kazushige Suzuki, yang menghadirkan perpaduan kuliner fusi Jepang–Bali. Para tamu akan diajak melalui delapan dunia VR berbeda, di mana visual, atmosfer, dan alur cerita diselaraskan dengan setiap hidangan yang disajikan.

Berita Terkait:  Pantai Jimbaran Bali: Perpaduan Pasir Putih, Keindahan Sunset dan Seafood Bakar yang Mengesankan

Program ini digelar secara eksklusif di Elysium, venue berdesain kaca dan bambu di kawasan Luna Beach Club yang menghadap langsung ke laut. Nuansa ruang dirancang untuk memperdalam pengalaman inderawi, membuat momen bersantap terasa personal dan kurasi detail terasa kuat di setiap elemen.

Setiap sesi hanya dibatasi untuk 20 tamu, berlangsung setiap Jumat dan Sabtu malam, sehingga suasana tetap intim dan fokus.

Nuanu Soroti Kolaborasi Kreatif

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyebut kolaborasi ini sebagai representasi visi Nuanu sebagai ruang pertemuan lintas disiplin seni, teknologi, dan budaya.

“Nuanu diciptakan sebagai ruang di mana berbagai disiplin dapat saling bertemu tanpa kehilangan identitasnya. Kolaborasi dengan EPIC NOW mencerminkan cara kami memandang budaya sebagai proses kolaboratif yang menghargai karya, para kreator, dan audiens,” ujarnya.

Berita Terkait:  Dampak Ekonomi Maybank Marathon 2026 di Bali Tembus Ratusan Miliar

Tren immersive dining sendiri saat ini berkembang di kota-kota global seperti New York dan Tokyo. Teknologi VR digunakan bukan sebagai pengganti pengalaman makan, melainkan untuk memperkaya emosi dan kedalaman interaksi indera saat menikmati hidangan.

Pengalaman ini menawarkan empat pilihan paket, mulai dari Discovery Experience hingga VIP Experience yang dilengkapi pairing minuman terkurasi dan menu eksklusif. Opsi pemesanan privat juga tersedia untuk momen khusus atau perayaan.

Tim EPIC NOW menegaskan, konsep ini tidak sekadar gimmick teknologi.

“Visual, suara, dan tempo dirancang untuk mendukung hidangan, bukan mengalihkan perhatian dari esensi bersantap itu sendiri,” sebut mereka.

Dengan format terbatas dan konsep matang, VR Michelin Dining Experience menempatkan Bali sebagai salah satu pusat pengembangan gastronomi eksperimental di Asia Tenggara. Kehadiran program ini juga mempertegas posisi Nuanu Creative City sebagai ruang inovasi lintas seni, budaya, dan teknologi. (red)

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Empat Menteri Republik Demokratik Timor Leste Beserta Delegasi Bali-Timor Leste Business Forum

Berita Terkini