Balihotnews.com | TABANAN – Nuanu Creative City membuka lembaran tahun 2026 dengan pendekatan berbeda dalam merayakan malam pergantian tahun.
Ditengah dominasi perayaan serupa yang mengandalkan nama besar internasional, Nuanu justru menempatkan musisi elektronik dan alternatif Indonesia sebagai pusat pengalaman perayaan.
Melalui kolaborasi PORTAL x Nuanu, sebanyak 21 seniman elektronik dan alternatif Indonesia dari generasi terbaru tampil dalam perayaan malam Tahun Baru, Rabu, 31 Desember 2025.
Acara ini dirancang sebagai ruang eksplorasi kolektif yang menampilkan keberagaman praktik kreatif lokal, mulai dari set elektronik, live performance, hybrid, hingga audio visual.
Sebagai rumah eksklusif PORTAL di Bali, Nuanu Creative City memberikan panggung utama bagi seniman dalam negeri untuk mempresentasikan lanskap suara kontemporer Indonesia yang terus berkembang. Pendekatan ini menegaskan posisi Nuanu sebagai ekosistem kreatif yang berpihak pada pertumbuhan komunitas lokal.
PORTAL x Nuanu berlangsung di dua panggung utama, Detak dan Sumbu, yang sama-sama berlokasi di Block 42.
Panggung Detak menghadirkan energi malam melalui set elektronik dan hybrid berbasis ritme, sementara Sumbu menjadi ruang performatif untuk karya live, vokal, serta eksplorasi audiovisual yang menekankan hubungan antara suara, visual, dan ruang.
Block 42 sendiri merupakan ruang multifungsi yang dibangun dari kontainer pengiriman daur ulang.
Sepanjang malam, area ini dihidupkan dengan projection mapping yang mengubah struktur kontainer menjadi lanskap visual berlapis. Audiens yang bergerak antar panggung merasakan pengalaman imersif seolah melintasi portal visual yang saling terhubung.
Line-up PORTAL x Nuanu menghadirkan 21 seniman Indonesia lintas format, di antaranya Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), hingga Putu Septa ft. Janurangga, yang mencerminkan luasnya spektrum musik elektronik dan alternatif Tanah Air. “Apa yang kami saksikan di malam Tahun Baru menegaskan kembali tujuan Nuanu,” kata Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki komunitas kreatif yang kuat dan terus bertumbuh, dan Nuanu hadir sebagai platform yang dapat dibentuk bersama oleh para seniman. “Musik elektronik Indonesia lahir dari kerja kolektif,” kata perwakilan PORTAL.
Ia menambahkan bahwa sejak awal, musik elektronik tidak pernah berdiri sendiri sebagai genre semata, melainkan berdampingan dengan tari, instalasi multimedia, serta berbagai bentuk ekspresi alternatif lainnya.
“Bukan sebuah siklus tertutup atau formula yang dapat diulang, melainkan proses evolusi yang terus bergerak dan dibentuk oleh mereka yang terlibat di dalamnya,” paparnya.
Dengan kehadiran audiens dari Bali, berbagai kota di Indonesia, hingga komunitas internasional yang berada di Bali selama musim liburan, PORTAL x Nuanu menjadi titik temu lintas budaya.
Ditengah pola perayaan akhir tahun yang kerap berulang, Nuanu menghadirkan model perayaan yang tidak hanya selebratif, tetapi juga berfungsi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan ekosistem kreatif Indonesia. (red).





