Balihotnews.com | TABANAN – Nuanu Creative City menyambut pergantian tahun dengan menawarkan sesuatu yang berbeda dari hiruk pikuk pesta malam Tahun Baru pada umumnya. Bukan sekadar kemeriahan, Nuanu menghadirkan gelombang baru musik alternatif dan elektronik Indonesia melalui kehadiran lebih dari 20 musisi generasi baru yang tampil dalam format live performance, hybrid, hingga audiovisual.
Di tengah dominasi nama besar internasional dalam pesta malam Tahun Baru di Bali, Nuanu memilih jalur berbeda: menyoroti kekuatan musisi lokal yang tengah membangun karakter dan bahasa musikal mereka sendiri.
Kolaborasi dengan PORTAL menghadirkan lineup penuh musisi Indonesia dalam perayaan Tahun Baru, menjadi simbol pergeseran dari sekadar acara spektakuler menuju selebrasi kreativitas, eksplorasi artistik, dan penguatan komunitas.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan bahwa Nuanu ingin menjadi ruang yang benar-benar hidup bersama seniman. “Kami ingin Nuanu menjadi tempat yang dipilih dan dipercaya oleh para seniman,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa tujuan acara ini sebagai ruang pertemuan bagu para aeniman untuk bebas berekspresi dan menyelami autentisitas Indonesia.
“Melalui platform seperti Portal, kami membuka ruang ini dengan menghadirkan seniman ke atas panggung dan mengundang audiens dari berbagai penjuru dunia untuk merasakan, beresonansi, dan belajar dari gagasan-gagasan yang dihadirkan,” imbuhnya.
Hadir dengan Dua Panggung Utama
PORTAL akan hadir dalam dua panggung utama, yaitu Detak dan Sumbu. Detak difokuskan pada musik elektronik sebagai ruang para DJ untuk menghadirkan musik berkualitas tinggi yang menggerakkan lantai dansa.
Sementara Sumbu menjadi ruang bagi vokalis, penampil hybrid, dan pertunjukan audiovisual yang menekankan eksplorasi suara dan visual.
Dua panggung ini dirancang untuk memperlihatkan komitmen Nuanu dalam memberi ruang bagi seniman untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan mencari bentuk ekspresi terbaik.
Sebanyak 24 musisi alternatif dan elektronik Indonesia dipastikan tampil, antara lain Asylum Uniform, Bagvs, Big Chun a.k.a. Naken, Dekadenz, Gumatat Gumitit Gospell (live set), JayDawn & Wukir Suryadi, Kuntari (organic set), Mairakilla, Non Archive, Raissa Febriani, Verdy Arien b2b Magis, Txtext (live set), Parakuat (live set), Alkahfa (hybrid set), Paradata (A/V set), Su66en9 (hybrid set), Pure! Records, Linda b2b Masagi b2b Masayu, Barbara Pleaser, Temu Gerak, dan Putu Septa ft. Janurangga.
Mereka hadir secara kolektif untuk menghadirkan pengalaman musikal yang eksperimental sekaligus memperkuat lanskap musik alternatif Indonesia.
Dengan pendekatan kreatif ini, Nuanu tidak hanya menghadirkan panggung hiburan, tetapi juga ruang bagi lahirnya gagasan baru dalam ekosistem musik Indonesia. (red)






