Magic Garden Genap Setahun: Luncurkan Pengalaman Alam Menyala The Glow Project 2026

Foto: Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City. (Balihotnews/ist).

Balihotnews.com | TABANAN – Magic Garden resmi merayakan satu tahun perjalanannya sebagai pusat pembelajaran regenerasi, keanekaragaman hayati, dan lingkungan di Nuanu Creative City, kawasan kreatif yang mendedikasikan 70% lahannya sebagai ruang hijau dan habitat flora-fauna bermanfaat. Sejak dibangun pada 2024, fasilitas seluas 3.600 m² ini berkembang pesat, dari tiga fasilitas menjadi delapan dalam kurun waktu 12 bulan.

Dalam rentang tersebut, Magic Garden tumbuh menjadi ekosistem bagi anggrek, tanaman lokal Bali, kupu-kupu, dan serangga penyerbuk. Salah satu fasilitas yang paling dinanti adalah The Glow Project, yang akan diluncurkan resmi pada tahun 2026 sebagai pengalaman malam hari berisi organisme bioluminesen dan tanaman fluoresen.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu Creative City.

Berita Terkait:  Kolaborasi dengan Sungai Watch dan Relawan, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Bersihkan Kawasan Hutan Bakau Sidakarya

Ia menegaskan bahwa pembangunan habitat adalah bentuk warisan ekologis bagi pengunjung dan generasi muda. “Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya,” terangnya.

Delapan Fasilitas Edukatif, 14.000 Kupu-Kupu Dilepasliarkan

Sejak diluncurkan, Magic Garden menghadirkan Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore. Tahun ini secara progresif menambah Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, dan tampilan awal The Glow Project.

Fasilitas itu dikembangkan selaras dengan program konservasi dan edukasi masyarakat. Selama setahun, lebih dari 14.000 kupu-kupu berhasil dilepasliarkan, menjalankan lebih dari 30 kerja sama dengan sekolah, serta menyediakan ruang untuk flora Bali yang terancam.

Berita Terkait:  Pemkab Klungkung Rancang Proyek KPBU APJ dan Preservasi Jalan, Targetkan Beroperasi 2028

Melalui 21 workshop yang digelar, Magic Garden memperkenalkan ilmu alam melalui pendekatan kreatif seperti pembuatan kokedama dan terrarium. Tempat ini juga menjadi rumah bagi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) serta menggelar pameran bertema Liana Reverie di Labyrinth Art Gallery.

The Glow Project: Pengalaman Alam yang Menyala, Dibuka 2026

Perayaan ulang tahun pertama Magic Garden juga menampilkan cuplikan The Glow Project yang dikembangkan selama dua tahun terakhir. Pengalaman ini memperkenalkan 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen yang dipilih berdasarkan fungsi ekologisnya.

Proyek ini memberi sudut pandang baru tentang bagaimana alam menggunakan cahaya sebagai mekanisme bertahan hidup.

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi. Mengelola proyek ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab kami bukan hanya merawat ruang tersebut, tetapi juga menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” kata Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden.

Berita Terkait:  Penghargaan ITLS Awards 2026 untuk Tri Hita Karana

“Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka,” terangnya.

The Glow Project akan dibuka pada tahun 2026, khusus pada malam hari, dengan harga Rp250.000 per orang bersama pemandu.

Menuju Tahun Kedua, Magic Garden Tegaskan Peran sebagai Kelas Belajar Alam

Memasuki tahun kedua, Magic Garden terus memperkuat posisinya sebagai kelas belajar terbuka yang menghubungkan percakapan, kreativitas, dan pembelajaran komunitas. Tidak sekadar ruang pamer, tetapi interaksi nyata dengan ekosistem hidup.

Perjalanan setahun ini menandai komitmen Magic Garden dalam merawat keanekaragaman hayati sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap alam melalui pendekatan edukasi langsung yang menginspirasi. (red).

 

 

Berita Terkini